Inspiratif! Kisah Anak Driver Ojol Berhasil Jadi Sarjana, Perjuangan Orang Tua Jadi Motivasi
JAKARTA, iNews.id - Perjuangan orang tua dalam mencari nafkah menjadi penyemangat bagi anak untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Hal ini dirasakan oleh sejumlah anak mitra pengemudi ojek online (ojol) yang berhasil meraih gelar sarjana setelah menempuh kuliah selama empat tahun.
Sebanyak 11 penerima beasiswa GrabScholar angkatan pertama berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) tepat waktu pada 2026. Mayoritas di antara mereka meraih predikat cum laude dari sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sriwijaya.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi para mahasiswa yang memulai perjalanan kuliah sejak 2022. Sebagian besar dari mereka merupakan anak mitra pengemudi dan mitra merchant yang berasal dari delapan kota di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Bantul, Klaten, Pontianak, Bandung, Bekasi, Cilegon, dan Bontang.
Bagi keluarga, pendidikan tinggi menjadi salah satu jalan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi masa depan anak. Dukungan beasiswa juga membantu penerima manfaat menjalani perkuliahan tanpa harus menanggung seluruh biaya pendidikan secara mandiri.
Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Dyandra Nadine Zahira, putri seorang mitra pengemudi GrabCar yang berhasil menyelesaikan studi Sistem Informasi di Universitas Indonesia.
Nadine mengaku beasiswa yang diterimanya membantu dirinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa membebani kondisi finansial kedua orang tuanya. Dukungan tersebut juga membuatnya lebih fokus menjalani perkuliahan sekaligus mendorongnya untuk menyelesaikan studi tepat waktu.
"Beasiswa ini memberikan ruang bagi aku untuk lebih fokus pada pendidikan. Di sisi lain, aku juga termotivasi untuk mempertahankan beasiswa ini sampai akhir dan lulus tepat waktu," kata Nadine dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Selama menjalani masa kuliah, Nadine tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Dia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus dan memperoleh pengalaman kerja melalui program magang selama tiga bulan di Grab, tepatnya pada divisi Strategy & Planning, Project Management/Operations.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal bagi Nadine untuk mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Dia juga memiliki ketertarikan untuk mengembangkan karier di bidang manajemen produk, analisis sistem, analitik data, serta hubungan pelanggan.
Selain Nadine, sepuluh penerima beasiswa lainnya juga menjalani berbagai kegiatan pengembangan diri selama kuliah. Mereka terlibat dalam organisasi, magang, kompetisi, hingga proyek di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga perusahaan swasta.
Pengalaman di luar ruang kelas tersebut menjadi bekal tambahan bagi para lulusan untuk menghadapi tahap berikutnya setelah menyelesaikan pendidikan. Sebab, gelar sarjana bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa kuliah, tetapi juga awal perjalanan untuk membangun karier dan mengembangkan kemampuan di dunia kerja.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, para penerima beasiswa angkatan pertama memulai pendidikan pada 2022 dengan membawa impian bagi masa depan mereka dan keluarga.
"Empat tahun lalu, para penerima beasiswa angkatan pertama memulai perjalanan pendidikan mereka dengan berbagai impian untuk masa depan mereka dan keluarganya. Banyak di antara mereka adalah anak mitra pengemudi yang setiap hari berjuang di jalan demi pendidikan anaknya," ujar Neneng.
Dia mengaku bangga melihat para penerima beasiswa tersebut berhasil menyelesaikan salah satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Setelah lulus, para sarjana itu diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah untuk memulai karier profesional.
Untuk mendukung transisi tersebut, para lulusan mengikuti pelatihan kesiapan karier yang mencakup penyusunan dan peninjauan CV, pengembangan personal branding, simulasi wawancara dalam dua bahasa, hingga konsultasi karier secara individual.
Sementara itu, Founder sekaligus CEO BenihBaik.com Andy F. Noya menilai keberhasilan para penerima beasiswa menyelesaikan pendidikan menunjukkan pentingnya dukungan yang tepat dalam membuka kesempatan bagi generasi muda.
"Sebagai mitra yang turut mendampingi penyaluran dukungan beasiswa ini, kami merasa bangga melihat para penerima manfaat angkatan pertama kini berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Bagi kami, momen ini menunjukkan bahwa dukungan yang tepat dapat membawa perubahan nyata dalam perjalanan hidup seseorang," kata Andy.
Sejak 2022 hingga 2025, program beasiswa ini telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat di Indonesia dengan total dukungan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar. Untuk penerima beasiswa jenjang sarjana, dukungan yang diberikan meliputi biaya kuliah, akomodasi, serta perangkat laptop untuk menunjang proses pembelajaran.
Keberhasilan 11 lulusan angkatan pertama ini menjadi gambaran bagaimana akses pendidikan dapat membantu generasi muda memperluas kesempatan untuk masa depan. Bagi anak-anak yang tumbuh dengan melihat perjuangan orang tua mencari nafkah, menyelesaikan pendidikan tinggi dapat menjadi langkah penting untuk meraih cita-cita sekaligus membangun kehidupan yang lebih baik.










