Kedubes AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah, Perang Saudi-Houthi Bakal Meluas Cepat

Kedubes AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah, Perang Saudi-Houthi Bakal Meluas Cepat

Terkini | inews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:00
share

ABU DHABI, iNews.id - Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) memperingatkan warganya di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul memanasnya konflik di kawasan tersebut. Perang Arab Saudi melawan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran dikhawatirkan meluas dengan cepat ke luar wilayah.

Dalam peringatan keamanan terbaru pada Senin (19/10/2026), Kedubes AS di Uni Emirat Arab (UEA) menyoroti kompleksitas situasi keamanan di Timur Tengah, terutama di tengah konflik yang melibatkan Iran serta meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

Pemerintah AS memperingatkan potensi meningkatnya permusuhan yang dapat memicu pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, hingga gangguan perjalanan lainnya. Warga AS yang berada di kawasan tersebut diminta mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi keamanan.

“Permusuhan berpotensi meningkat dengan cepat di luar wilayah tersebut,” bunyi pernyataan Kedubes AS, seperti dikutip dari Anadolu.

Peringatan itu muncul setelah kelompok Houthi meningkatkan serangan ke wilayah Arab Saudi, termasuk menargetkan bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk warga asing, serta menyebabkan gangguan perjalanan yang parah.

Seorang warga AS, termasuk salah satu dari 13 korban tewas, akibat serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober lalu. Warga asing lainnya turut menjadi korban tewas dan luka.

Kedubes AS mendesak warga negaranya yang bepergian ke atau dari Timur Tengah untuk terus memantau perkembangan operasional bandara dan maskapai penerbangan. Mereka juga diminta menyiapkan rencana darurat sebelum melakukan perjalanan.

Washington turut memperingatkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya terbatas pada Arab Saudi maupun negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik.

“Iran dan kelompok-kelompok yang mendukung Iran bisa menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau di lokasi yang terkait dengan AS dan warga Amerika di seluruh dunia, termasuk bisnis AS dan lembaga-lembaga lainnya,” demikian isi pernyataan tersebut.

Peringatan ini mengindikasikan kekhawatiran AS terhadap potensi meluasnya ancaman keamanan akibat konflik regional. Serangan terhadap infrastruktur sipil dan gangguan penerbangan juga dapat berdampak pada mobilitas warga internasional, terutama mereka yang bepergian melalui negara-negara Timur Tengah.

Kedubes AS pun meminta warganya untuk tidak mengabaikan perkembangan situasi keamanan dan mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan permusuhan secara mendadak.

Topik Menarik