Prancis Rusuh! Polisi Ungkap Ribuan Toko Dirusak dan  Dijarah

Prancis Rusuh! Polisi Ungkap Ribuan Toko Dirusak dan Dijarah

Terkini | inews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:01
share

PARIS, iNews.id - Prancis menghitung kerugian akibat demonstrasi rusuh pada akhir pekan, salah satu kerusuhan terbesar dalam beberapa tahun terakhir di negara itu. Demonstrasi awalnya  dipicu protes kondisi pendidikan oleh kelompok pelajar SMA hingga meluas ke isu lainnya, seperti melonjaknya biaya hidup.

Lebih dari 500.000 orang bergabung dalam demonstrasi di penjuru Prancis, termasuk pelajar, mantan aktivis Rompi Kuning yang mencakup kalangan buruh.

Demonstrasi berubah menjadi bentrokan massa dengan polisi serta serangan dan penjarahan terhadap tempat-tempat bisnis dan kantor pemerintah. 

Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire mengatakan fasilitas umum di semua jalanan dirusak secara sistematis.

"Kami dijarah sepanjang hari, dan peralatan juga rusak. (Kerugian di Carrefour) mencapai puluhan juta euro. Untuk sektor ritel secara keseluruhan di Prancis, akan mencapai ratusan juta euro," kata Alexandre Bompard, CEO grup ritel Carrefour yang juga kepala Federasi Perdagangan dan Distribusi Prancis, kepada stasiun televisi Prancis, BFMTV, dikutip Selasa (20/10/2026).

Dia menambahkan kerusakan pada gerai ritel di Prancis akan mencapai ratusan juta euro.

Wakil Wali Kota Paris, Lamia El Aaraje, mengatakan kotanya kekurangan personel kepolisian untuk memastikan keamanan publik saat kerusuhan pada Sabtu.

"Jelas tidak cukup sumber daya di ibu kota kali ini," ujarnya.

Sementara itu polisi menangkap lebih dari 1.800 demonstran dan perusuh di berbagai kota, termasuk 855 di Paris saja.

Lebih dari 500 polisi luka, bersama dua petugas pemadam kebakaran.

Setidaknya 1.500 toko dan gerai ritel menjadi sasaran serangan dan penjarahan, dengan kerusakan diperkirakan mencapai ratusan juta euro. Sebanyak 100 toko dilaporkan dijarah di Bordeaux saja. 

Gedung Balai Kota Limoges yang berusia 143 tahun hancur terbakar.

Seorang demonstran juga tewas setelah mengalami serangan jantung selama demonstrasi di Paris.

Tokoh oposisi menyerukan agar Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengundurkan diri, sementara penyelidikan yang dilakukan parlemen akan digelar.

Topik Menarik