Kisah Operasi Super Rahasia Jenderal TNI, Kirim Senjata ke Pejuang Mujahidin Afganistan
JAKARTA, iNews.id - Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benjamin Moerdani atau Benny Moerdani pernah menjalankan misi rahasia untuk mengirim senjata dan perlengkapan militer kepada pejuang mujahidin di Afganistan pada 1980. Saat itu, kelompok mujahidin tengah berperang melawan pasukan Uni Soviet.
Misi tersebut bermula ketika Presiden Soeharto memerintahkan Benny Moerdani untuk menyalurkan bantuan kepada para pejuang Afganistan. Adapun teknis pengiriman bantuan diserahkan kepada Benny yang kala itu menjabat Panglima ABRI.
Pengiriman senjata itu merupakan respons pemerintah Indonesia terhadap imbauan Amerika Serikat (AS) agar negara-negara Asia turut membantu perjuangan mujahidin Afganistan. Pada masa itu, sejumlah negara di kawasan Asia cenderung mendukung AS dalam menghadapi pengaruh Uni Soviet.
Awalnya, bantuan dari negara-negara tersebut diminta untuk disalurkan melalui AS. Pemerintah Washington kemudian bertugas meneruskan bantuan itu kepada kelompok mujahidin.
Namun, Benny memilih menjalankan operasi pengiriman secara mandiri tanpa melibatkan AS.
"Kalau kita bisa lakukan sendiri, kenapa harus lewat Amerika," kata Benny dalam buku Belajar Uji Nyali dari Benny Moerdani.
Langkah Benny tersebut berbeda dari pendekatan yang ditempuh sejumlah negara Asia lainnya. Misi pengiriman senjata super rahasia itu diberi nama sandi Flying Carpets atau permadani terbang.
Bantuan yang dikirim mencakup berbagai jenis persenjataan, seperti senapan AK-47, senjata antitank, senapan SKS, serta sejumlah perlengkapan militer lainnya. Pengiriman dilakukan melalui Pakistan dengan menggunakan logo Palang Merah Internasional.
Untuk menyamarkan isi kiriman, senjata dan peralatan militer ditempatkan di bagian bawah peti. Sementara itu, bagian atasnya diisi berbagai obat-obatan dan selimut agar kiriman tersebut tampak seperti bantuan kemanusiaan.
Berkat perencanaan dan kecermatan Benny bersama anak buahnya, bantuan itu berhasil mencapai para pejuang mujahidin Afghanistan.
Dalam perjalanan sejarahnya, pasukan Uni Soviet akhirnya menarik diri dari Afganistan pada 1989 setelah hampir satu dekade terlibat dalam perang.










