Lawan Kecanduan Nikotin Tak Cukup Modal Niat, Demi Kesehatan Butuh Komitmen dan Konsistensi
JAKARTA, iNews.id - Melawan kecanduan nikotin tidak cukup bermodal niat, butuh komitmen dan konsistensi untuk hidup lebih sehat. Selain itu, diperlukan langkah tepat mulai dari mengubah kebiasaan hingga mendapatkan bantuan medis untuk meningkatkan peluang berhasil berhenti merokok.
Nikotin merupakan zat adiktif yang dapat menyebabkan ketergantungan. Saat konsumsi nikotin dihentikan, seseorang bisa mengalami gejala putus nikotin, seperti mudah marah, gelisah, sulit berkonsentrasi dan gangguan tidur.
Salah satu langkah awal untuk mengatasi kecanduan nikotin adalah mengenali pemicu keinginan merokok, seperti stres, kebiasaan setelah makan, atau lingkungan pertemanan. Keinginan tersebut dapat dialihkan dengan aktivitas sehat, seperti berjalan kaki, minum air putih, atau melakukan latihan pernapasan.
Selain mengubah kebiasaan, perokok dewasa dapat mempertimbangkan terapi pengganti nikotin atau Nicotine Replacement Therapy (NRT), seperti plester dan permen karet nikotin. Terapi ini membantu mengatasi gejala putus nikotin ketika seseorang berusaha berhenti merokok.
Praktisi kesehatan dr Jeffrey Ariesta Putra menjelaskan, NRT umumnya digunakan untuk membantu seseorang berhenti merokok sepenuhnya. Sementara itu, produk tembakau alternatif memiliki pendekatan berbeda karena ditujukan bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti sepenuhnya.
“Produk tembakau dan nikotin alternatif lebih tepat dilihat dalam konteks pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang belum mampu berhenti sepenuhnya,” kata Jeffrey, dikutip Senin (19/10/2026).
Menurutnya, berhenti merokok sepenuhnya tetap menjadi pilihan utama. Namun, bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti, pendekatan pengurangan risiko melalui produk tembakau alternatif dapat dipertimbangkan dengan memahami karakteristik dan potensi risikonya.
Pilihan penanganan perlu disesuaikan dengan tingkat ketergantungan nikotin, jumlah rokok yang dikonsumsi, riwayat upaya berhenti merokok, kondisi medis, serta kesiapan untuk berubah. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pendekatan yang sesuai.
Jeffrey mengingatkan, produk yang tidak melibatkan pembakaran bukan berarti bebas risiko. Sebab itu, perokok dewasa perlu memahami perbedaan antara mengurangi paparan zat berbahaya dan menghilangkan risiko kesehatan.
“Untuk produk tembakau alternatif, perokok perlu memahami bahwa lebih rendah paparan tidak berarti tanpa risiko. Tujuan yang lebih utama adalah beralih sepenuhnya dari rokok yang dibakar. Namun, produk tembakau alternatif juga dapat digunakan sebagai bagian dari pendekatan harm reduction,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan mengatakan, semakin beragamnya pilihan produk membuat konsumen dewasa memiliki alternatif sesuai kebutuhan dan preferensi. Meski demikian, informasi mengenai kandungan nikotin, cara penggunaan, dan potensi risiko setiap produk perlu dipahami sebelum menentukan pilihan.
“Setidaknya konsumen perlu mengetahui jenis dan kandungan produk, cara kerja, dan cara penggunaan, serta aturan penggunaannya. Konsumen juga harus memahami bahwa produk-produk tersebut bukan produk yang bebas risiko,” ujarnya.
Secara umum, produk tembakau alternatif terdiri atas produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan kantong nikotin. Produk tembakau yang dipanaskan menggunakan tembakau tanpa proses pembakaran, sedangkan rokok elektronik memanaskan cairan untuk menghasilkan aerosol. Adapun kantong nikotin ditempatkan di antara gusi dan bibir agar nikotin diserap melalui jaringan mulut.
Paido menegaskan, informasi yang jelas diperlukan agar konsumen dewasa dapat mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab. Produk tersebut tidak boleh ditujukan kepada anak-anak, remaja, maupun orang yang sebelumnya tidak menggunakan nikotin.
Mengatasi kecanduan nikotin membutuhkan konsistensi, perubahan perilaku, dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan individu. Berhenti merokok sepenuhnya tetap menjadi pilihan terbaik untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan asap rokok.










