Panettone hingga Stollen, Roti Khas Natal Eropa Hadir dengan Sentuhan Modern di Singapura
JAKARTA, iNews.id – Perayaan Natal di Eropa identik dengan beragam sajian khas, termasuk panettone dari Italia dan stollen dari Jerman. Kedua roti ini memiliki karakter berbeda, mulai dari tekstur hingga cita rasa, dan menjadi bagian dari tradisi kuliner yang terus berkembang mengikuti kreativitas dunia pastry.
Menjelang Natal 2026, kedua sajian tersebut kembali hadir dalam koleksi musiman Pierre Hermé Paris di Singapura. Kreasi yang ditawarkan mencakup Panettone Ispahan, Panettone Infiniment Noisette, serta stollen dengan tekstur buttery.
Kehadiran roti tradisional dalam koleksi pastry modern memperlihatkan bagaimana hidangan yang lekat dengan perayaan akhir tahun dapat dikembangkan melalui perpaduan bahan dan karakter rasa baru, tanpa meninggalkan identitas dasarnya.
Panettone dikenal sebagai roti manis asal Italia yang memiliki bentuk tinggi dan tekstur lembut berongga. Roti ini umumnya dibuat melalui proses fermentasi yang menghasilkan aroma khas dan tekstur ringan. Dalam tradisi Italia, panettone lazim disajikan saat Natal dan dinikmati bersama keluarga.
Sementara itu, stollen merupakan roti khas Jerman yang memiliki tekstur lebih padat dan kaya rasa. Sajian ini secara tradisional menggunakan mentega, buah kering, dan rempah-rempah. Taburan gula bubuk yang menyerupai lapisan salju menjadi salah satu ciri tampilannya.
Keduanya menunjukkan kekayaan tradisi roti Natal Eropa. Panettone menawarkan tekstur lembut dengan karakter manis, sedangkan stollen memiliki rasa yang lebih kaya dan tekstur yang cenderung mantap.
Perpaduan Rasa Klasik dan Modern
Dalam koleksi Natal 2026, Panettone Ispahan membawa inspirasi dari perpaduan rasa yang dikenal dalam kreasi pastry Pierre Hermé. Adapun Panettone Infiniment Noisette mengangkat karakter hazelnut sebagai unsur cita rasa utama.
Kreasi musiman tersebut menjadi bagian dari Circus Collection 2026, koleksi yang terinspirasi dari dunia sirkus dan dikembangkan bersama ilustrator Prancis Dimitri Rybaltchenko.
Selain roti, koleksi ini mencakup sejumlah kue dengan kombinasi bahan yang tidak biasa. Ispahan Log Cake, misalnya, memadukan krim kelopak mawar, kompot raspberry, leci segar, dan biskuit macaron.
Ada pula Anthea yang menggabungkan mousse cokelat hitam dari Belize dengan praline dan sponge pistachio. Sementara itu, Envie memadukan krim mascarpone violet, kompot blackcurrant, dan vanilla sablé.
Ragam kreasi tersebut memperlihatkan luasnya eksplorasi dalam dunia pastry, ketika bahan-bahan dengan karakter berbeda dipadukan untuk menghasilkan keseimbangan rasa, aroma, dan tekstur.
Sajian Kuliner dalam Perayaan Natal di Singapura
Koleksi pastry tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari Season of Joy, rangkaian perayaan Natal di Resorts World Sentosa (RWS) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2026 hingga 3 Januari 2027.
Tahun ini, perayaan tersebut turut mengangkat budaya populer Korea melalui berbagai pengalaman hiburan di kawasan resor. Programnya meliputi Glowcean Wonderland di Singapore Oceanarium, A Universal Christmas di Universal Studios Singapore, serta hiburan bertema K-pop di Adventure Cove Waterpark.
"Season of Joy menyatukan seluruh kawasan resor dalam perayaan Natal dengan beragam pengalaman yang dapat dinikmati mulai dari siang hingga malam," ujar Lena Lee, Executive Vice President, Attractions & Destination Experience, Resorts World Sentosa.
Dia mengatakan, perayaan tahun ini memadukan musik, hiburan, dan budaya dengan kehangatan serta tradisi Natal.
Di tengah beragam agenda tersebut, kuliner tetap menjadi bagian dari kebiasaan perayaan akhir tahun. Sajian seperti panettone dan stollen bukan sekadar hidangan musiman, tetapi juga merepresentasikan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Perkembangan dunia pastry kemudian memberi ruang bagi kreasi baru, mulai dari pengembangan rasa hingga perpaduan bahan, sehingga sajian klasik Natal terus hadir dalam bentuk yang mengikuti selera masa kini.


