Demo Protes Biaya Hidup Tinggi di Prancis dan Italia Rusuh, Kemlu: Tak Ada WNI Terlibat dan Jadi Korban

Demo Protes Biaya Hidup Tinggi di Prancis dan Italia Rusuh, Kemlu: Tak Ada WNI Terlibat dan Jadi Korban

Terkini | inews | Senin, 19 Oktober 2026 - 11:57
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia di wilayah Prancis dan Italia menyusul terjadinya demonstrasi yang berujung rusuh, pada Sabtu 17 Oktober 2026. Demo tersebut diketahui memprotes tingginya biaya hidup.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah menegaskan hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang terlibat atau terdampak demo rusuh di Prancis maupun Italia tersebut.

"Hingga saat ini, KBRI Paris dan KBRI Roma belum menerima laporan mengenai adanya WNI yang terlibat maupun terdampak akibat demonstrasi tersebut," ujar Heni dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2026).

Heni menyampaikan, KBRI Paris dan KBRI Roma telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah tersebut agar berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi keamanan, memantau informasi resmi dari otoritas setempat, serta menghindari lokasi demonstrasi dan kerumunan massa.

"Selain itu, WNI juga diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan dengan memperhatikan kemungkinan gangguan transportasi umum dan mengikuti arahan otoritas keamanan setempat," imbau Heni.

Dalam kondisi darurat, WNI di wilayah Prancis dan Italia dapat menghubungi Hotline KBRI Paris melalui nomor +33-6-2112-2109 dan Hotline KBRI Roma melalui nomor +39-338-954-2333.

Sebelumnya diberitakan, gelombang demonstrasi yang diwarnai kerusuhan melanda Prancis dan menjalar ke sejumlah negara Eropa, termasuk Belgia, Portugal, dan Italia. Massa turun ke jalan untuk memprotes melonjaknya biaya hidup, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta persoalan layanan publik.

Di Prancis, demonstrasi pada Sabtu (17/10/2026) melibatkan ratusan ribu orang, terdiri atas pelajar dan mantan aktivis gerakan rompi kuning. Aksi yang berlangsung di puluhan kota itu berubah menjadi kerusuhan, diwarnai bentrokan dengan polisi, penjarahan toko, pembakaran kendaraan, hingga perusakan gedung pemerintah.

Kerusuhan juga terjadi di negara-negara Eropa lainnya. Di Belgia, sejumlah demonstran terlibat bentrokan dengan polisi. Sementara itu, di Italia, aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa setelah demonstrasi menentang tingginya biaya hidup berubah menjadi kekacauan.

Topik Menarik