Yadi Timo Meninggal Dunia, Sahabat Ungkap Kenangan Terakhir

Yadi Timo Meninggal Dunia, Sahabat Ungkap Kenangan Terakhir

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:34
share

JAKARTA, iNews.id - Aktor senior Yadi Timo meninggal dunia dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekannya di dunia hiburan Tanah Air. Di mata sahabat dekatnya, Denpus, Yadi merupakan sosok aktor berbakat yang humoris dan selalu menyenangkan saat bersama.

Denpus mengungkapkan, dirinya memiliki banyak kenangan bersama Yadi yang telah dikenalnya sejak menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Keduanya sama-sama memiliki latar belakang teater dan menyaksikan perjalanan panjang di dunia seni peran.

Salah satu kenangan yang masih membekas terjadi tiga hari sebelum Yadi meninggal dunia. Saat itu, Yadi sempat mengajak Denpus untuk berkumpul dan menikmati kopi bersama di kawasan Cibubur. Namun, ajakan tersebut belum bisa dipenuhi karena Denpus memiliki jadwal syuting.

“Aktor yang baik, sahabat yang menyenangkan. Ada beberapa sakit atau penyakit, tapi beliau enggak menunjukkan itu ketika kita lagi sama-sama main atau lagi sama-sama ngopi bareng. Tiga hari yang lalu ya mungkin beliau ngajak kumpul ngopi di Cibubur tapi saya kebetulan berhalangan jadi nggak bisa,” ujar Denpus.

Menurut Denpus, setiap kali bertemu, mereka kerap berbincang mengenai berbagai hal, mulai dari keluarga, perkembangan anak, hingga bisnis yang dijalankan Yadi di Indramayu.

Bagi Denpus, Yadi bukan hanya seorang aktor, tetapi juga sahabat yang kehadirannya selalu membawa suasana berbeda. Sifatnya yang gemar bercanda membuat kebersamaan mereka terasa menyenangkan.

"Bercanda-bercandanya sih, beliau kan orang yang paling senang bercanda, terus paling senang 'ngegas'. Ngegas tuh dalam artian suka ngecengin. Kalau kita sih udah tahu, dia kalau udah begitu ya udah biarin aja, emang ininya begitu, tapi memang orangnya baik banget," kata Denpus.

Perjalanan Karier Yadi Timo di Dunia Seni Peran

Persahabatan Denpus dan Yadi Timo terjalin sejak mereka menempuh pendidikan di IKJ. Yadi merupakan mahasiswa angkatan 1988, sedangkan Denpus angkatan 1986.

Denpus mengenang Yadi sebagai seniman yang memiliki perjalanan karier panjang. Setelah berkecimpung di dunia teater, Yadi kemudian merambah industri perfilman dan televisi.

Salah satu karya yang diingat Denpus adalah film Petualangan Sherina yang dirilis pada 2000. Setelah itu, Yadi semakin aktif membintangi berbagai film dan produksi televisi.

"Almarhum Yadi Timo teman di IKJ, kita sama-sama anak teater. Beliau angkatan '88, saya angkatan '86. Perjalanan berkeseniannya juga bagus, cukup panjang. Yang saya ingat terjun pertama kali ke dunia entertain tuh di film Petualangan Sherina sekitar tahun '98 atau '99. Terus makin ke sini banyak filmnya, tapi lebih intens di televisi belakangan," kenang Denpus.

Di balik kiprahnya sebagai aktor, Yadi ternyata juga memiliki impian untuk berkarya di balik layar. Denpus mengungkapkan bahwa sahabatnya itu tengah mempersiapkan proyek produksi bersama sebuah rumah produksi.

Dalam proyek tersebut, Yadi tidak terlibat sebagai pemain, melainkan mengambil peran di balik layar. Proses pengambilan gambar direncanakan berlangsung pada awal bulan berikutnya.

"Beliau pengin suatu saat punya PH, bercita-cita seperti itu. Sebenarnya almarhum lagi persiapan di salah satu PH, dia tidak main tapi ada di belakang layar. Baru akan syuting di awal bulan depan, lagi masuk persiapan," ujar Denpus.

Yadi Timo Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung

Selain mengenang perjalanan karier dan persahabatan mereka, Denpus juga mengungkapkan informasi mengenai penyebab meninggalnya Yadi Timo.

Menurut dia, Yadi sempat berkumpul bersama rekan-rekannya di sebuah kantor rumah produksi hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah pulang ke rumah, Yadi mengalami serangan jantung dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

"Malamnya, saya dengar masih kumpul-kumpul sampai jam 10.30 malam di salah satu kantor PH, masih ngobrol-ngobrol sama teman-teman. Beliau pulangnya jam 10.30 katanya, terus di rumah kena serangan jantung. Dibawa ke rumah sakit, kata dokter di perjalanan sudah nggak ada," kata Denpus.

Denpus juga menyebut Yadi memiliki riwayat penyakit diabetes. Meski demikian, almarhum tetap beraktivitas dan tidak memperlihatkan kondisi kesehatannya saat berkumpul bersama sahabat-sahabatnya.

Yadi Timo telah dimakamkan di TPU Dreded, Bogor Selatan, pada Jumat (16/10/2026). Kepergiannya menyisakan kenangan mendalam bagi orang-orang yang pernah bekerja dan menghabiskan waktu bersamanya.

Denpus pun menyampaikan doa agar Yadi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

"Doanya semoga almarhum Yadi Timo diampuni segala dosa-dosanya, diterima di sisi Allah yang terindah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Berpulangnya di hari Jumat, hari baik. Beliau memang orang baik, semoga husnul khatimah," ucap Denpus.

Topik Menarik