Isu MSCI Guncang Pasar Saham RI, Ini Kata Bakom
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan buka suara terkait langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Masyarakat diminta menunggu pernyataan resmi dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait persoalan tersebut.
“Mungkin nanti ini ada tanggapan dari pemerintah, OJK, Bursa dan yang terkait,” ujar Syahganda kepada awak media, Jumat (16/10/2026).
Dia mengatakan pemerintah tengah mengamati gejolak pasar saham yang kembali terjadi menyusul isu MSCI. Menurutnya, isu tersebut telah memberikan dampak terhadap pasar sejak April lalu.
“Kita tunggu ya. Karena isu MSCI ini kan sudah sejak April lalu efeknya ke pasar. Jadi gejolak pasar kita sedang amati lagi,” pungkasnya.
Diketahui, sentimen terkait MSCI muncul bersamaan dengan pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG anjlok 8,01 persen atau 469,86 poin ke level 5.393,92.
Penurunan tajam tersebut langsung memicu trading halt, yakni penghentian sementara seluruh perdagangan di Bursa Efek Indonesia selama 30 menit.
Hingga kini, pemerintah bersama otoritas terkait masih menjadi pihak yang dinantikan pernyataan resminya mengenai perkembangan isu MSCI dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.








