Shin Tae-yong Beri Peringatan Keras ke Jakmania jelang Persija Lawan Persita: Jangan Datang jika Berniat Rusuh!
DEPOK, iNews.id – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan peringatan keras kepada The Jakmania menjelang pertandingan melawan Persita Tangerang. Dia meminta suporter yang berniat membuat kerusuhan lebih baik tidak datang ke stadion karena tindakan tersebut justru bisa merugikan Macan Kemayoran.
Peringatan itu disampaikan Shin menjelang duel Persija vs Persita pada pekan kelima Super League 2026-2027. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut tidak ingin fanatisme berlebihan merusak dukungan positif yang selama ini diberikan Jakmania. Dia berharap para pendukung Persija tetap menjaga sportivitas, terutama ketika menyaksikan pertandingan tandang.
Shin menjadikan pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada pekan keempat sebagai contoh. Saat itu, ribuan Jakmania hadir di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, untuk memberikan dukungan langsung kepada Rizky Ridho dan rekan-rekan.
Jakmania memadati tribun selatan dan barat, bahkan tersebar di sejumlah area stadion lainnya. Dukungan mereka membuat Persija beberapa kali merasakan atmosfer layaknya bermain di kandang sendiri.
Menariknya, kehadiran suporter Persija mendapat sambutan hangat dari pendukung PSIM. Keharmonisan kedua kelompok suporter tersebut menjadi contoh positif yang diharapkan Shin kembali terlihat saat Macan Kemayoran menghadapi Persita.
"Seperti saat suporter Jakmania menciptakan budaya dukungan yang baik di Yogyakarta, saya berharap ketika datang ke sini, mereka juga mendukung dengan menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati pertandingan," kata Shin, dikutip dari laman resmi Persija Jakarta, Jumat (16/10/2026).
"Kami pun akan bekerja keras. Daripada menimbulkan masalah akibat fanatisme yang berlebihan, jauh lebih penting untuk datang, mendukung dengan menjunjung tinggi sportivitas, dan menikmati pertandingan bersama," sambungnya.
Shin kemudian menyampaikan pesan lebih tegas. Dia menilai tindakan suporter yang memicu masalah tidak hanya mencederai sportivitas, tetapi juga berpotensi membawa dampak buruk bagi Persija.
"Saya tegaskan, jangan sampai menimbulkan masalah. Hal itu justru akan lebih merugikan tim. Kami berterima kasih atas dukungan Jakmania, tetapi jika datang untuk membuat masalah, lebih baik tidak usah datang sama sekali," tegasnya.
Shin Tae-yong Tuntut Hukuman Berat bagi Pelaku Kekerasan Suporter
Selain mengingatkan Jakmania, Shin Tae-yong menyoroti dua insiden kekerasan yang terjadi pada pekan yang sama. Peristiwa tersebut melibatkan penyerangan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 serta rombongan Jakmania yang sedang dalam perjalanan pulang dari Bantul.
Dua kejadian itu menjadi perhatian Shin karena bertolak belakang dengan suasana persaudaraan yang terlihat dalam pertandingan PSIM melawan Persija. Dia menegaskan kekerasan terhadap pemain maupun suporter tidak bisa ditoleransi dalam sepak bola.
Menurut Shin, klub harus mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang terbukti terlibat. Namun, dia menekankan aparat penegak hukum juga wajib menjalankan tugas untuk memastikan para pelaku mendapat hukuman.
"Menurut saya, hal seperti itu sama sekali tidak boleh terjadi, 100 persen. Jika ada kejadian seperti itu, klub memang harus mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang terlibat. Namun, aparat penegak hukum juga harus bertindak tegas dan menghukum para pelaku," ujarnya.
Shin tidak ingin penanganan kekerasan di sepak bola hanya dibebankan kepada klub. Dia meminta aparat berwenang menindak individu yang melakukan penyerangan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
"Pihak berwenang harus menangkap dan menghukum berat para pelaku agar kejadian seperti ini tidak terulang pada masa mendatang. Melimpahkan tanggung jawab tersebut kepada pihak klub saja tidak masuk akal. Sanksi hukum yang tegas harus dijatuhkan kepada individu-individu yang melakukan tindakan tersebut," tutupnya.
Pernyataan Shin menjadi pesan penting bagi Jakmania menjelang laga Persita vs Persija. Dia menginginkan dukungan besar yang diperlihatkan di Yogyakarta kembali hadir di Serang, tanpa tindakan yang merugikan tim maupun mencederai hubungan antarsuporter.










