Pegiat Isu Disabilitas Apresiasi Dukungan Wapres Gibran ke Komunitas Aku Menari
JAKARTA, iNews.id – Perhatian dan dukungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kepada Komunitas Aku Menari dinilai sebagai langkah konkret dalam memberikan ruang inklusif yang lebih luas bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi terbaik mereka.
Penilaian tersebut disampaikan pegiat isu disabilitas, Angkie Yudistia, usai audiensi Komunitas Aku Menari bersama Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran tidak hanya mengapresiasi karya seni mereka, tetapi juga langsung menawarkan penggunaan auditorium Istana Wapres sebagai tempat latihan rutin. Langkah ini merespons keluhan komunitas yang selama ini harus menyewa dan berpindah-pindah tempat untuk berlatih seni tari.
Angkie Yudistia menegaskan, dukungan berupa penyediaan fasilitas dari pemerintah sangat berharga karena wadah berbasis seni bukan sekadar tempat menyalurkan hobi, melainkan bagian penting dari proses pemberdayaan serta pembentukan karakter.
Brandon Wilson Senang, Pelan-Pelan Bali United Bersaing Lagi di Papan Atas Super League 2026-2027
“Melalui seni tari, anak-anak penyandang disabilitas tidak hanya belajar tentang gerakan dan budaya, tetapi juga tentang keberanian, disiplin, kerja sama, kepercayaan diri, dan bagaimana menghargai kemampuan dirinya sendiri,” ujar Angkie Yudistia, Kamis (15/10/2026).
Angkie menilai, komunitas seni seperti Aku Menari perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem nasional yang membantu anak-anak difabel tumbuh lebih mandiri dan percaya diri di tengah masyarakat.
Karena itu, dia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan dasar disabilitas, mulai dari aksesibilitas sarana, pelatihan, pendampingan, hingga panggung untuk menampilkan karya.
“Sebab bakat membutuhkan kesempatan, kesempatan membutuhkan dukungan, dan dukungan yang berkelanjutan akan melahirkan kemandirian,” katanya.
Dia pun menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Istana Wapres di bawah kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka yang mau mendengar serta memberikan solusi nyata di lapangan.
“Ketika negara, masyarakat, serta komunitas berjalan bersama, kita tidak hanya sedang membangun Indonesia yang ramah disabilitas, tetapi membangun Indonesia yang lebih adil dan manusiawi,” kata Angkie.









