Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya 3 Hari Lumpuh Imbas Kabut Asap Karhutla

Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya 3 Hari Lumpuh Imbas Kabut Asap Karhutla

Nasional | inews | Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:31
share

PALANGKA RAYA, iNews.id – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, lumpuh total akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Minimnya jarak pandang membuat seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju bandara ini terpaksa dihentikan selama tiga hari terakhir.

Kabut asap pekat akibat karhutla menyelimuti sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya, termasuk kawasan landasan pacu Bandara Tjilik Riwut, Kamis (15/10/2026) sore. Buruknya jarak pandang membuat operasional maskapai penerbangan tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan maupun penerbangan secara aman.

Humas PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Andi Wiguna, menjelaskan bahwa jarak pandang (visibility) sejak pagi hingga sore hari terus memburuk dan berada di bawah ambang batas aman keselamatan penerbangan. 

"Pada pagi hari, jarak pandang tercatat kurang dari lima ratus meter, sementara pada sore hari menurun hingga sekitar tiga ratus meter. Kondisi tersebut tentu tidak memungkinkan pesawat melakukan penerbangan secara aman," ujar Andi Wiguna, Kamis (15/10/2026). 

Andi menambahkan, lumpuhnya aktivitas penerbangan ini telah berlangsung berturut-turut selama tiga hari terakhir akibat pekatnya kabut asap yang menutup ruang udara. 

Terhentinya seluruh jadwal penerbangan ini berdampak langsung pada para calon penumpang. Sejumlah warga mengaku kecewa dan kebingungan lantaran harus tertahan serta menunggu kepastian keberangkatan hingga berhari-hari di bandara. 

Seorang calon penumpang, Endang, mengaku sudah tertahan di Palangka Raya sejak hari Minggu. Karena belum juga ada kepastian jadwal terbang akibat cuaca buruk, ia terpaksa merencanakan alternatif lain demi kelanjutan perjalanannya.

"Sudah menunggu berhari-hari tapi belum ada kejelasan. Rencananya saya mau beralih melanjutkan perjalanan darat menuju Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan," ucap Endang. 

Para calon penumpang kini hanya bisa berharap agar kabut asap segera mereda dan hujan lebat dapat segera turun untuk memadamkan ribuan titik api karhutla. Dengan demikian, jarak pandang dapat kembali normal dan aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut bisa beroperasi seperti sediakala.

Topik Menarik