Amri/Nita Tersingkir dari Denmark Open 2026, Akui Panik saat Poin Kritis Lawan Duo China
ODENSE, iNews.id – Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tersingkir dari Denmark Open 2026 setelah gagal mengendalikan tekanan pada momen krusial melawan unggulan keenam asal China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui. Ganda campuran Indonesia itu kalah 22-24, 11-21 pada babak 32 besar di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Rabu (14/10/2026).
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi Amri/Nita karena mereka mampu memberikan perlawanan ketat pada gim pertama. Namun, kegagalan memaksimalkan poin-poin penting membuat pasangan China mengambil keuntungan.
Amri mengakui performa mereka sebenarnya cukup baik sepanjang pertandingan. Persoalan muncul ketika tekanan meningkat dan keputusan yang diambil justru merugikan permainan sendiri.
"Kami merasa hari ini sudah bermain bagus, dari awal gim pertama sampai akhir tapi kami kurang bisa kontrol diri di poin-poin kritis," ujar Amri seusai pertandingan, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Menurut Amri, kepanikan menjadi salah satu penyebab kegagalan mereka mempertahankan permainan. Keinginan menyelesaikan reli dengan cepat justru menghasilkan kesalahan yang memberikan keuntungan kepada lawan.
"Kami panik, terburu-buru dan akhirnya bumerang. Tekanan berbalik di gim kedua dan kami tidak bisa keluar dari situasi itu. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kami," katanya.
Gim pertama menjadi fase penting dalam pertandingan tersebut. Amri/Nita mampu memaksa Guo Xin Wa/Chen Fang Hui bermain hingga skor melewati angka normal, sebelum akhirnya menyerah 22-24.
Strategi China Ubah Jalannya Pertandingan
Nita Violina Marwah mengungkap penyebab permainan mereka mulai mengalami kesulitan pada penghujung gim pertama. Menurut dia, pasangan China berhasil membaca pola serangan yang ingin diterapkan wakil Indonesia.
Amri/Nita berusaha memperlambat tempo dan mengolah reli ketika lawan berhasil mengarahkan bola ke bawah. Akan tetapi, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui mulai mengantisipasi pendekatan tersebut.
"Di akhir gim pertama mereka sudah tahu, sudah membaca kalau kami akan memaksa memperlambat dan mengolah permainan ketika mereka berhasil menurunkan bola," ujar Nita.
Setelah memahami pola tersebut, pasangan China memilih mengambil risiko dengan bergerak lebih agresif ke area depan lapangan. Strategi itu membuat Amri/Nita kesulitan mengembangkan permainan yang mereka inginkan.
"Mereka terus spekulasi dengan maju ke depan dan kami tidak tenang menghadapi itu," ungkap Nita.
Situasi semakin sulit karena pasangan Indonesia tetap berusaha menjalankan pola yang sudah terbaca lawan. Nita mengakui keputusan tersebut justru menambah tekanan sepanjang pertandingan.
"Kami tidak mau melawan diri sendiri, terus memaksa main seperti itu, akibatnya ya tertekan sampai akhir," tuturnya.
Tekanan Berlanjut hingga Gim Kedua
Kegagalan merebut gim pertama berdampak terhadap jalannya pertandingan berikutnya. Amri/Nita tidak mampu keluar dari tekanan dan kehilangan gim kedua dengan skor 11-21.
Perbedaan skor pada gim kedua memperlihatkan kesulitan pasangan Indonesia dalam menemukan solusi setelah lawan berhasil mengantisipasi pola permainan mereka.
Hasil tersebut memastikan langkah Amri/Nita terhenti pada babak 32 besar Denmark Open 2026. Sebaliknya, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.
Bagi Amri/Nita, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting, khususnya mengenai pengendalian emosi, pengambilan keputusan pada poin kritis, serta kemampuan menyesuaikan strategi ketika lawan mulai membaca permainan.
Amri pun menjadikan pengalaman menghadapi unggulan keenam asal China tersebut sebagai pelajaran berharga. Pasangan Indonesia itu harus meningkatkan ketenangan dan fleksibilitas permainan agar tidak kembali mengalami kesulitan serupa pada pertandingan mendatang.










