Jelang Hadapi AS Roma, Jose Mourinho Malah Sindir Barcelona
ROMA, iNews.id - Jose Mourinho kembali menyindir Barcelona dengan menyinggung kasus Negreira yang berkaitan dengan dugaan pembayaran kepada perusahaan milik mantan petinggi perwasitan Spanyol. Pelatih asal Portugal itu membandingkannya dengan skandal Calciopoli di Italia dan menyebut kasus di Spanyol belum menghasilkan tindakan yang menurut dia sepadan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mourinho dalam wawancara dengan Amazon Prime Italia menjelang pertandingan melawan mantan klubnya, AS Roma, di Stadion Olimpico. Pertemuan itu menjadi sorotan karena Mourinho kembali ke ibu kota Italia untuk pertama kalinya sejak dipecat Roma pada Januari 2024.
Namun, pembicaraan Mourinho tidak hanya berfokus pada pertandingan Liga Champions. Dia justru melontarkan komentar tajam mengenai penanganan kasus yang melibatkan Barcelona dan kembali mengangkat isu dugaan pelanggaran dalam dunia perwasitan sepak bola Spanyol.
"Saya hanya akan mengatakan satu hal. Selamat untuk Italia," kata Mourinho dikutip dari Football Italia.
Timnas Indonesia Uji Coba di Timur Tengah Jelang Piala Asia 2027, Lawan Kontestan Piala Dunia
"Anda tahu alasannya? Karena Italia adalah satu-satunya negara tempat Calciopoli benar-benar menjadi Calciopoli. Satu-satunya. Karena apa yang terjadi di Spanyol, semua orang tahu apa yang terjadi, tetapi sampai sekarang tidak ada perkembangan. Sampai sekarang, tidak terjadi apa-apa, tidak terjadi apa-apa," ujarnya.
Mourinho Soroti Kasus Negreira di Spanyol
Komentar Mourinho merujuk pada kasus Negreira, yakni penyelidikan terkait pembayaran Barcelona kepada perusahaan milik Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol. Pembayaran tersebut dilaporkan berlangsung pada periode 2001 hingga 2018 dan mencapai jutaan euro.
Kasus tersebut memicu perhatian luas karena berkaitan dengan hubungan klub dengan mantan pejabat perwasitan. Namun, dugaan pelanggaran itu tidak boleh dianggap sebagai bukti otomatis terjadinya manipulasi pertandingan. Barcelona telah membantah melakukan pelanggaran.
Mourinho menilai belum adanya penyelesaian yang menurut dia memadai membuat kasus tersebut berpotensi menjadi salah satu skandal terbesar dalam sepak bola dunia jika dugaan yang ada terbukti.
"Jika tidak terjadi apa-apa, maka ini mungkin menjadi skandal korupsi wasit terbesar dalam sejarah sepak bola dunia," ujar Mourinho.
"Tidak ada lagi yang perlu dikatakan," tuturnya.
Perkembangan kasus itu juga mendapat perhatian dari Real Madrid. UEFA mengonfirmasi pada 2 Oktober telah menerima sejumlah besar dokumen dari klub tersebut terkait penyelidikan yang masih berlangsung.
Meski demikian, komentar Mourinho merupakan pandangannya terhadap penanganan kasus tersebut. Penyelidikan dan dugaan yang muncul tidak dengan sendirinya membuktikan Barcelona bersalah melakukan korupsi wasit.
Kembali ke Roma, Mourinho Berpeluang Disambut Suporter
Di tengah pernyataannya mengenai Barcelona, Mourinho juga menjadi pusat perhatian menjelang pertandingan melawan Roma. Dia pernah menangani klub ibu kota Italia itu dan mempersembahkan gelar Liga Konferensi Europa musim 2021-2022.
Pada musim berikutnya, Mourinho membawa Roma mencapai final Liga Europa. Kiprahnya bersama klub tersebut membuat hubungan dengan suporter menjadi salah satu cerita penting menjelang pertemuan di Stadion Olimpico.
Pelatih Roma saat ini, Gian Piero Gasperini, mengakui Mourinho memiliki ikatan emosional dengan para pendukung klub. Dia memperkirakan mantan pelatih Roma itu akan memperoleh sambutan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.
"Para penggemar kami tentu memiliki rasa cinta kepada Mourinho, sehingga dia layak menerima semua penghargaan yang akan diberikan kepadanya," kata Gasperini pada Selasa.
"Hal-hal seperti itu merupakan perasaan yang muncul secara alami dan tidak bisa dihentikan. Pada saat yang sama, saya yakin ketika pertandingan dimulai, semua emosi akan dikesampingkan dan orang-orang hanya akan mendukung Roma," ujarnya.
Kembalinya Mourinho ke Stadion Olimpico menjadi salah satu sorotan menjelang pertandingan kedua fase liga Liga Champions. Di luar rivalitas di lapangan, komentarnya mengenai kasus Negreira kembali menempatkan Barcelona dan isu perwasitan Spanyol dalam perbincangan sepak bola Eropa.









