Persebaya Cuma Cetak 4 Gol dari 39 Tembakan, Bernardo Tavares Bongkar Masalah Lini Depan
SURABAYA, iNews.id – Persebaya Surabaya menghadapi persoalan serius dalam penyelesaian akhir meski belum terkalahkan hingga pekan keempat Super League 2026-2027. Pelatih Bernardo Tavares menyoroti rendahnya produktivitas gol Bajul Ijo yang baru mencetak empat gol dari 39 percobaan tembakan.
Catatan tersebut memperlihatkan ketimpangan antara jumlah peluang dan hasil akhir yang diperoleh Persebaya. Dari 39 tembakan sepanjang empat pertandingan, hanya 14 yang mengarah tepat ke gawang lawan.
Artinya, rata-rata Persebaya hanya menghasilkan satu gol setiap pertandingan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah Bernardo Tavares di tengah upaya mempertahankan tren positif timnya.
Masalah tersebut kembali terlihat ketika Persebaya mengalahkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor tipis 1-0 pada pekan keempat BRI Super League 2026/27.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol. Namun, hanya satu peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Alex Martins menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi penalti menjelang berakhirnya babak pertama. Setelah itu, Persebaya gagal memperbesar keunggulan hingga pertandingan selesai.
Bernardo Tavares mengakui timnya seharusnya bisa mengakhiri pertandingan dengan lebih nyaman apabila mampu memaksimalkan peluang yang tercipta.
"Saya setuju, kita menciptakan banyak peluang. Ya, itu benar dan jika kita mencetak gol kedua. Saya pikir pertandingan akan selesai dan mungkin setelahnya para pemain bisa lebih tenang," ujar Bernardo Tavares, dikutip dari situs resmi I.League.
Banyak Peluang Persebaya Terbuang
Dominasi Persebaya tercermin dari jumlah tembakan tepat sasaran. Bajul Ijo mencatatkan lima percobaan yang mengarah ke gawang, sedangkan Isenmulang FC tidak menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Sayangnya, keunggulan dalam menciptakan peluang belum diikuti penyelesaian akhir yang maksimal. Persebaya tetap harus mempertahankan keunggulan satu gol hingga peluit panjang.
Alex Martins sebenarnya mempunyai dua kesempatan untuk menambah gol pada babak kedua. Namun, penyerang tersebut gagal memanfaatkan kedua peluangnya.
Saddil Ramdani juga mendapatkan kesempatan untuk mengancam pertahanan lawan. Akan tetapi, percobaannya belum berhasil menemui sasaran.
Bernardo Tavares menilai akurasi menjadi aspek penting yang perlu diperbaiki. Dia merasa jumlah peluang yang dihasilkan timnya layak berbuah lebih dari satu gol.
"Tapi saya pikir secara keseluruhan, untuk banyaknya peluang yang kita ciptakan, kita harusnya bisa lebih akurat, karena jika kita mencetak gol kedua dan ketiga, saya pikir itu akan adil," katanya.
Kondisi Lapangan Ikut Disorot
Selain persoalan ketajaman, Bernardo Tavares turut menyinggung kondisi lapangan Stadion PKOR Sumpah Pemuda. Pelatih asal Portugal tersebut menilai permukaan rumput yang tidak rata memengaruhi pilihan permainan anak asuhnya.
Menurut pelatih pemegang lisensi UEFA Pro itu, situasi lapangan membuat timnya perlu menyesuaikan cara membangun serangan, termasuk dalam menentukan jenis operan yang digunakan.
"Karena terkadang kita perlu menguasai penguasaan bola, bisa menciptakan operan-operan pendek karena lapangan tidak terlalu bagus untuk melakukan operan lambung panjang, karena permukaan rumputnya tidak rata," tutur Bernardo Tavares.
Terlepas dari persoalan tersebut, kemenangan atas Isenmulang FC tetap memberikan hasil penting bagi Persebaya. Bajul Ijo berhasil mempertahankan rekor tanpa kekalahan dalam empat pertandingan pertama musim ini.
Persebaya kini mengoleksi delapan poin dari dua kemenangan dan dua hasil imbang. Perolehan tersebut menempatkan mereka di peringkat keenam klasemen sementara Super League 2026-2027.
Meski demikian, statistik empat gol dari 39 tembakan menunjukkan efektivitas serangan masih perlu ditingkatkan. Dari seluruh percobaan tersebut, hanya 14 yang tepat sasaran.
Bagi Bernardo Tavares, persoalan penyelesaian akhir menjadi tantangan yang harus dibenahi agar Persebaya tidak terus bergantung pada kemenangan dengan selisih tipis.
Dengan rekor belum terkalahkan dan posisi keenam klasemen sementara, Persebaya memiliki modal positif. Namun, ketajaman lini depan tetap menjadi perhatian utama untuk menghadapi pertandingan berikutnya.










