Demiane Agustien Beri Kode Keras! Makin Dekat ke Pintu Naturalisasi Timnas Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Demiane Agustien, pemain muda Arsenal, menjadi sorotan setelah memamerkan jersey Calvin Verdonk seusai pertandingan Arsenal melawan Lille di Liga Champions 2026/2027, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Aksi gelandang berusia 19 tahun tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap peluangnya memperkuat Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.
Agustien memperlihatkan jersey Lille bernama Calvin Verdonk melalui unggahan di Instagram. Gestur tersebut menunjukkan dukungan pemain muda The Gunners itu kepada Verdonk, penggawa Timnas Indonesia yang memperkuat klub asal Prancis tersebut.
Nama Agustien juga dikaitkan dengan kabar proses administrasi untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI). Namun, kabar tersebut masih perlu dikonfirmasi secara resmi. Jika proses naturalisasi benar berjalan dan memenuhi persyaratan, Agustien berpotensi menambah pilihan pemain di lini tengah skuad Garuda.
Pimpin Klasemen Sementara MotoGP 2026, Marc Marquez : Lebih Baik Dikejar daripada Mengejar!
Saat ini, Agustien memperkuat Arsenal U-21 yang berkompetisi di Premier League 2. Sepanjang musim ini, pemain kelahiran Oss, Belanda, tersebut telah mencatatkan tiga penampilan di Premier League 2 serta dua kali bermain di EFL Trophy.
Dari tiga penampilan di Premier League 2, Agustien satu kali bermain penuh. Dalam dua pertandingan lainnya, dia masuk sebagai pemain pengganti. Catatan tersebut memperlihatkan kiprahnya bersama tim muda Arsenal, meski pengalaman bermainnya di level tersebut masih terus berkembang.
Demiane Agustien Bisa Jadi Opsi Playmaker Timnas Indonesia
Agustien memiliki posisi utama sebagai gelandang serang. Berdasarkan cuplikan pertandingan, dia terlihat menjalankan peran sebagai pengatur serangan atau playmaker di posisi nomor 10. Kemampuannya membuka ruang dan memberikan umpan kunci menjadi aspek permainan yang dapat menambah variasi serangan tim.
Posisi gelandang serang kreatif juga bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam menyusun komposisi lini tengah. Selama ini, Herdman cenderung menggunakan duet gelandang dengan Joey Pelupessy sebagai jangkar, sedangkan Calvin Verdonk atau Thom Haye menjalankan peran sebagai pengatur tempo permainan.
Jika Agustien benar-benar menjalani naturalisasi dan mampu memenuhi kebutuhan tim, kehadirannya dapat memperluas pilihan Herdman dalam merancang strategi. Pemain dengan karakter playmaker bisa memberi alternatif ketika Timnas Indonesia membutuhkan gelandang yang beroperasi di belakang penyerang.
Opsi tersebut juga berpotensi relevan apabila Herdman menerapkan formasi dengan empat pemain belakang. Dalam skema itu, komposisi lini tengah dapat disusun dengan gelandang bertahan, gelandang box-to-box, dan playmaker. Pembagian peran tersebut memungkinkan tim memiliki keseimbangan antara pertahanan, transisi, dan kreativitas serangan.
Meski demikian, peluang Agustien memperkuat Timnas Indonesia tetap bergantung pada kejelasan proses naturalisasi, pemenuhan persyaratan yang berlaku, serta keputusan tim pelatih. Pengalaman bermain bersama Arsenal U-21 juga menjadi bagian dari perkembangan kariernya sebelum kemungkinan melangkah ke level senior.
Dari sisi waktu, Piala Asia 2027 menjadi salah satu agenda yang dikaitkan dengan peluang naturalisasi pemain keturunan. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027, sehingga proses administrasi perlu dipastikan sejak dini apabila Agustien memang masuk dalam rencana penguatan skuad Garuda.
Kepastian status kewarganegaraan dan kelayakan membela Indonesia menjadi faktor penting sebelum namanya bisa dipertimbangkan untuk turnamen tersebut.










