Ombudsman Dapat Laporan Antrean Panjang BBM di 25 Provinsi, Ada yang Sampai 1 Km
JAKARTA, iNews.id - Ombudsman menerima laporan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di 25 provinsi di Indonesia. Antrean di Papua Barat dan Banten bahkan dilaporkan mengular hingga sekitar 1 kilometer, sementara waktu tunggu pengisian BBM di Sumatera Barat mencapai 2-3 jam.
Komisioner Ombudsman Abdul Ghoffar mengatakan, laporan tersebut diterima pihaknya hingga 13 Oktober 2026. Namun, laporan itu masih berupa informasi awal yang akan ditindaklanjuti melalui mekanisme internal Ombudsman.
“Ombudsman Republik Indonesia menerima setidaknya beberapa informasi dari 25 provinsi di Indonesia. Terkait dengan kondisi terkini antrean BBM di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia,” kata Abdul Ghoffar di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dia menjelaskan, sejumlah daerah mengalami kendala pelayanan BBM, terutama BBM bersubsidi. Daerah yang dilaporkan mengalami persoalan tersebut antara lain Bali, Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh dan Jawa Barat.
“Dari 25 data yang masuk ke kami, terdapat beberapa provinsi yang itu terdapat permasalahan terkait dengan BBM, bahan bakar minyak,” ujarnya.
Abdul mengungkapkan, waktu tunggu pengisian BBM di Sumatera Barat dilaporkan mencapai dua hingga tiga jam. Sementara itu, di Papua Barat, antrean pada malam hari hingga pagi bahkan mencapai lebih dari 1 kilometer.
Di Sulawesi Utara, antrean Pertalite di sejumlah lokasi mencapai 300-500 meter. Adapun di Banten, antrean Solar di koridor Tol Merak-Tangerang dilaporkan mencapai sekitar 1 kilometer di salah satu titik.
Selain antrean panjang, Ombudsman menerima laporan kekosongan stok Solar atau Pertalite di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Yogyakarta.










