KAI Siapkan Rp14,88 Triliun untuk Beli Kereta Buatan INKA, Ini Rinciannya

KAI Siapkan Rp14,88 Triliun untuk Beli Kereta Buatan INKA, Ini Rinciannya

Terkini | inews | Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:39
share

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalokasikan investasi hingga Rp14,88 triliun untuk membeli kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA). Pembelian ini mencakup kereta antarkota, Commuter Line, LRT Jabodebek, kereta luxury, hingga gerbong barang.

Berdasarkan nilai kontrak yang dihimpun, total pengadaan tersebut berkisar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun. Sejumlah proyek yang masuk dalam kerja sama ini meliputi 612 kereta Stainless Steel New Generation, sarana Commuter Line baru dan retrofit, 31 rangkaian LRT Jabodebek, 10 kereta luxury beserta satu unit cadangan perawatan, serta 1.125 gerbong datar untuk angkutan barang di Sumatra Selatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengadaan sarana perkeretaapian membutuhkan perencanaan jangka panjang dan konsistensi kualitas agar kebutuhan operasional dapat terpenuhi sesuai jadwal.

“Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Salah satu proyek terbesar dalam kerja sama KAI Group dan INKA adalah pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation dengan nilai kontrak Rp5,5 triliun. Seluruh kereta tersebut disusun menjadi 56 rangkaian untuk program penggantian sarana selama periode 2023–2027.

Hingga saat ini, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Dari jumlah tersebut, 39 rangkaian sudah beroperasi melayani pelanggan, sedangkan satu rangkaian lainnya masih menjalani persiapan operasional.

Pengadaan ini menjadi bagian dari upaya KAI memperbarui sarana kereta antarkota. Selain memenuhi kebutuhan operasional, kerja sama tersebut turut membuka peluang bagi industri manufaktur nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi sumber daya manusia.

Di sektor transportasi perkotaan, KAI Group mengalokasikan Rp4,07 triliun untuk pengadaan Commuter Line baru dan program retrofit atau peremajaan sarana.

Pengadaan kereta baru mencakup 16 rangkaian atau 192 kereta dengan nilai hampir Rp3,83 triliun. Sementara itu, program retrofit terhadap dua rangkaian memiliki nilai kontrak lebih dari Rp238,63 miliar.

Dari total pengadaan 16 rangkaian baru, tujuh rangkaian atau 84 kereta telah beroperasi. Adapun sembilan rangkaian lainnya masih menjalani proses produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional.

Proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas layanan kereta komuter untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat di kawasan perkotaan.

Kerja sama KAI dan INKA juga mencakup pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek dengan total 186 kereta. Nilai kontrak proyek tersebut berada pada kisaran Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun.

LRT Jabodebek menggunakan teknologi otomatis Grade of Automation 3 (GoA3). Teknologi ini memungkinkan pengoperasian kereta secara otomatis dengan dukungan sistem keselamatan dan pengawasan operasional.

Pada semester I 2026, LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan transportasi publik di kawasan metropolitan.

Selain meningkatkan kapasitas angkutan penumpang, KAI juga mengembangkan layanan premium melalui pengadaan 10 kereta luxury dengan kapasitas masing-masing 26 kursi. Pengadaan tersebut dilengkapi satu unit tambahan untuk cadangan perawatan.

Total nilai kontrak pengadaan kereta luxury mencapai Rp161,16 miliar.

Di sektor logistik, KAI dan INKA bekerja sama menyediakan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton dengan nilai kontrak Rp1,05 triliun.

Topik Menarik