Juventus Buang 21 Tembakan saat Ditahan Cagliari, Taktik Spalletti Disorot
CAGLIARI, iNews.id - Juventus gagal membawa pulang kemenangan setelah ditahan Cagliari 1-1 dalam lanjutan Liga Italia atau Serie A, Senin (12/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini menyoroti dua masalah utama tim asuhan Luciano Spalletti, yakni buruknya penyelesaian akhir dan catatan tandang yang belum meyakinkan pada musim 2026-2027.
Juventus sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan melepaskan banyak tembakan. Namun, dominasi tersebut tidak cukup untuk mengamankan tiga poin saat menghadapi Cagliari yang tampil disiplin di hadapan pendukungnya sendiri.
Tuan rumah lebih dulu memimpin melalui gol Daniel Maldini pada menit ke-20. Gol tersebut memperpanjang catatan impresif Maldini yang berhasil mencetak gol dalam empat pertandingan Serie A secara beruntun.
Juventus baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-81 melalui Kolo Muani. Gol itu menjadi gol Serie A pertamanya sejak kembali secara permanen ke Juventus pada bursa transfer musim panas.
21 Tembakan, Hanya Satu Gol
Statistik pertandingan memperlihatkan persoalan Juventus di depan gawang. Tim berjuluk Bianconeri itu melepaskan 21 tembakan dan menguasai 70 persen bola, tetapi hanya mampu menghasilkan satu gol.
Dari total 21 percobaan tersebut, 11 tembakan bahkan tidak mengarah ke gawang. Catatan itu menggambarkan betapa sulitnya Juventus mengubah dominasi permainan menjadi peluang yang benar-benar mengancam.
Pada sebagian besar babak kedua, Juventus mengendalikan jalannya pertandingan. Akan tetapi, barisan pertahanan Cagliari mampu menjaga organisasi permainan dan membatasi ruang gerak para pemain tim tamu.
Kesulitan menembus pertahanan lawan membuat Juventus beberapa kali mencoba melepaskan tembakan dari jarak jauh. Upaya tersebut belum cukup untuk membongkar pertahanan Cagliari dan menaklukkan kiper Elia Caprile lebih dari satu kali.
Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi bahan sorotan media, pengamat, dan pendukung Juventus setelah pertandingan berakhir imbang. Dengan penguasaan bola mencapai 70 persen, efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu aspek yang perlu dibenahi Spalletti.
Rekor Tandang Juventus Belum Meyakinkan
Selain masalah di depan gawang, performa Juventus saat bermain di luar kandang juga menjadi perhatian. Catatan yang disorot media Italia pada Senin menunjukkan Bianconeri mengumpulkan tujuh poin di kandang dalam kompetisi domestik musim 2026-2027, ditambah kemenangan telak 5-0 atas NEC di Liga Europa.
Sebaliknya, Juventus baru mengoleksi empat poin dari maksimal sembilan poin yang tersedia dalam pertandingan tandang. Mereka juga hanya meraih satu poin dari dua laga tandang terakhir melawan Cagliari dan Sassuolo.
Catatan tersebut memperlihatkan masih adanya pekerjaan rumah bagi Spalletti. Juventus perlu memperbaiki konsistensi ketika bermain di markas lawan jika ingin menjaga persaingan di papan atas.
Ketegangan turut mewarnai akhir pertandingan di Sardinia. Spalletti mendapat kartu merah tak lama setelah peluit akhir dibunyikan, begitu pula pelatih Cagliari, Fabio Pisacane.
Keduanya terlibat adu argumen di tepi lapangan saat hendak melakukan jabat tangan yang lazim dilakukan setelah pertandingan. Insiden itu menambah suasana frustrasi setelah Juventus gagal meraih kemenangan meski mendominasi penguasaan bola.
Hasil imbang 1-1 ini pun menegaskan dua persoalan yang perlu segera dievaluasi Juventus: ketajaman di depan gawang dan performa tandang. Dominasi permainan belum akan memberikan hasil maksimal jika peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol.










