Kontrak MotoGP Indonesia Berakhir, Jadi Diperpanjang atau Tidak?
Kelanjutan MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut, kepastian perpanjangan kontrak dengan penyelenggara MotoGP belum diumumkan meski balapan edisi 2026 telah berakhir pada Minggu (11/10/2026).
Indonesia mulai menjadi tuan rumah MotoGP pada 2022. Dengan rampungnya balapan tahun ini, Mandalika telah menggelar ajang balap motor kelas dunia tersebut selama lima musim berturut-turut.
Baca Juga: Daftar Juara MotoGP Mandalika dari Masa ke Masa: Belum Ada Juara Bertahan!
Kontrak kerja sama Indonesia dengan penyelenggara MotoGP kini mendekati akhir masa berlaku. Dalam kesepakatan sebelumnya, tersedia opsi perpanjangan untuk lima musim berikutnya hingga 2031. Namun, belum ada keputusan resmi terkait kelanjutan kerja sama tersebut.
"Soal perpanjangan kontrak nanti kami tunggu putusan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), ya. Mudah-mudahan nanti biar beliau yang menyampaikan," kata Erick, dikutip dari rilis resmi Kemenpora, Senin (12/10/2026).Meski belum ada kepastian mengenai kontrak baru, Erick menegaskan pemerintah tetap mendukung penyelenggaraan MotoGP di Indonesia. Dia menilai ajang tersebut memberikan manfaat bagi Tanah Air.
"Ya, kami pasti dukung, karena ini event yang bagus," tegas Erick.
Menurut Erick, penyelenggaraan MotoGP juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran pembalap, tim, dan penonton dari berbagai negara turut mendorong kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke kawasan Mandalika.
Di sisi lain, MotoGP telah merilis kalender resmi Grand Prix musim 2027 yang kembali mencantumkan Indonesia sebagai tuan rumah. Balapan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Oktober 2027.
Pencantuman Mandalika dalam kalender tersebut menjadi indikasi Indonesia masih masuk dalam rencana penyelenggaraan MotoGP musim depan. Meski demikian, keputusan resmi mengenai perpanjangan kontrak jangka panjang tetap dinantikan.









