Manchester City Terancam Hukuman Baru usai Bantai Liverpool 3-0, Gara-Gara Enzo Maresca!

Manchester City Terancam Hukuman Baru usai Bantai Liverpool 3-0, Gara-Gara Enzo Maresca!

Olahraga | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 15:55
share

MANCHESTER, iNews.id – Manchester City kembali terancam hukuman baru dari Premier League setelah menghancurkan Liverpool 3-0 di Stadion Anfield, Minggu (11/10/2026). Masalah baru muncul akibat keputusan klub melarang pelatih Enzo Maresca memberikan wawancara kepada stasiun radio seusai pertandingan.

Kemenangan atas Liverpool seharusnya menjadi momen menggembirakan bagi Man City. Namun, keputusan klub membatasi akses media kepada Maresca justru memunculkan potensi pelanggaran baru di tengah proses banding kasus finansial yang masih membayangi The Citizens.

Pasukan Maresca tampil meyakinkan dengan mencatat kemenangan keenam secara beruntun sekaligus mempertahankan rekor sempurna pada awal musim. Erling Haaland membuka keunggulan pada menit ke-65, disusul Jeremy Doku (68') dan Rayan Cherki (78').

Hasil tersebut membuat Man City semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris 2026-2027. Mereka kini unggul tiga poin atas Arsenal yang berada di posisi kedua.

Pertandingan juga diwarnai kontroversi setelah gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, diusir wasit akibat menerima dua kartu kuning. Keputusan tersebut terjadi sebelum Man City mencetak ketiga golnya.

Di luar kemenangan tersebut, Man City masih menghadapi persoalan serius terkait dugaan pelanggaran aturan finansial. Komisi independen telah mengeluarkan putusan bersalah terhadap klub, tetapi proses hukum belum berakhir karena The Citizens mengajukan banding.

Perkara itu mencakup dugaan penggelembungan pendapatan sebesar 900 juta poundsterling atau sekitar Rp21,35 triliun selama sembilan musim. Man City membantah tuduhan tersebut dan mengeklaim memiliki bukti tak terbantahkan untuk membuktikan mereka tidak bersalah.


Man City Diduga Langgar Aturan Wawancara Liga Inggris

Persoalan terbaru Man City bermula ketika pihak klub menolak memberikan akses wawancara kepada penyiar radio setelah pertandingan melawan Liverpool.

Menurut laporan talkSPORT, koresponden utama sepak bola mereka, Alex Crook, berusaha mewawancarai Maresca setelah kemenangan di Anfield. Namun, permintaan tersebut tidak mendapatkan izin dari pihak klub.

Sebelumnya, Crook berhasil mendapatkan wawancara dengan pelatih Liverpool, Andoni Iraola. Akan tetapi, dia tidak memperoleh kesempatan serupa untuk berbicara dengan Maresca.

Menariknya, Maresca tetap melayani pertanyaan wartawan dalam konferensi pers setelah pertandingan. Pelatih asal Italia tersebut juga memberikan wawancara kepada Sky Sports.

Man City tidak memberikan penjelasan mengenai alasan mereka melarang Maresca berbicara kepada talkSPORT maupun penyiar radio lainnya.

Padahal, sebelum pertandingan, Maresca sempat menjawab pertanyaan mengenai situasi klub yang sedang menghadapi persoalan finansial. Ketika itu, dia menyampaikan kepercayaannya terhadap Man City.

Keputusan klub menutup akses wawancara radio berpotensi melanggar Pasal K.207 dalam buku peraturan Liga Inggris 2026/2027.

Aturan tersebut mewajibkan setiap klub peserta pertandingan memberikan kesempatan kepada pemegang hak siar radio untuk mewawancarai setidaknya satu pemain yang berperan penting dalam pertandingan serta manajer tim setelah laga berakhir.

Dengan ketentuan tersebut, tindakan Man City berpotensi dianggap sebagai pelanggaran administratif apabila otoritas Liga Inggris memutuskan mengambil tindakan.

Hingga kini, belum ada informasi mengenai kemungkinan hukuman yang akan dijatuhkan. Namun, untuk satu pelanggaran administratif seperti ini, klub berpotensi mendapatkan denda langsung dari pengelola kompetisi.

Kasus penolakan wawancara radio sebenarnya bukan hal baru di Liga Inggris. Mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, pernah beberapa kali mendapatkan denda akibat tindakan serupa selama menangani Setan Merah.


Kasus 115 Dakwaan Finansial Man City Masih Berlanjut

Potensi sanksi baru muncul ketika Man City masih berjuang melalui proses banding atas putusan komisi independen terkait pelanggaran aturan finansial Liga Inggris.

Pada September 2026, The Athletic melaporkan Man City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran finansial. Pada bulan yang sama, Premier League mengonfirmasi adanya putusan bersalah dari komisi independen.

Namun, laporan mengenai perkara tersebut memuat perbedaan jumlah dakwaan yang terbukti. Selain angka 114 dari 115 dakwaan, terdapat keterangan yang menyebut klub dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan.

Masih pada September 2026, CEO Man City, Ferran Soriano, menyampaikan kepada staf klub jika keputusan tersebut didasarkan pada sesuatu yang dia sebut sebagai teori konspirasi Liga Inggris.

Man City kemudian mengajukan banding pada Oktober 2026. Klub menilai kesimpulan komisi independen tidak layak dijadikan dasar putusan dan mengandung kesalahan material.

Pada bulan yang sama, muncul laporan mengenai pertemuan Ketua Man City, Khaldoon Al Mubarak, dengan seorang menteri Inggris beberapa pekan sebelum putusan komisi independen diumumkan.

Situasi tersebut membuat tindakan Man City terhadap penyiar radio setelah kemenangan atas Liverpool mendapat perhatian lebih besar dibandingkan kasus penolakan wawancara pada umumnya.

Meski potensi hukuman atas pelanggaran aturan media diperkirakan hanya berupa denda administratif, persoalan ini menambah daftar masalah yang dihadapi The Citizens di luar lapangan.
                                                                                                                                                         
Kini, Man City harus menunggu kemungkinan tindakan dari otoritas Liga Inggris terkait penolakan wawancara Maresca, sembari melanjutkan upaya banding atas perkara finansial yang belum selesai.

Topik Menarik