Kekayaan Elon Musk Naik Didorong Saham Tesla dan SpaceX, Kembali Jadi Triliuner
JAKARTA, iNews.id - Elon Musk kembali menyandang status triliuner setelah kekayaannya menembus 1 triliun dolar AS. Penguatan saham Tesla dan SpaceX membuat kekayaan bos kedua perusahaan tersebut bertambah 22 miliar dolar AS atau setara Rp393,6 triliun.
Melansir Forbes, kekayaan Musk mencapai 1,012 triliun dolar AS atau setara Rp18,11 kuadriliun pada Jumat. Angka tersebut naik 2,15 persen dibandingkan hari sebelumnya, ketika kekayaannya menyusut 36 miliar dolar AS atau sekitar Rp643,9 triliun hingga membuatnya sempat kehilangan status triliuner.
Saham Tesla menguat lebih dari 2,5 persen sekitar pukul 10.15 pada perdagangan akhir pekan. Kenaikan ini terjadi setelah Asosiasi Mobil Penumpang China merilis data yang menunjukkan penjualan kendaraan listrik Tesla buatan Shanghai meningkat 5 persen secara tahunan.
Data tersebut mencakup Model 3 dan Model Y yang diproduksi di pabrik Shanghai. Kabar positif itu turut mendorong saham Tesla di tengah upaya perusahaan menghindari penurunan pengiriman kendaraan tahunan selama tiga tahun berturut-turut.
Sementara itu, saham SpaceX naik sekitar 1,5 persen pada waktu yang sama. Perusahaan antariksa tersebut sepakat mengakuisisi portofolio lisensi spektrum frekuensi pita rendah yang mencakup wilayah nasional dan dilaporkan bernilai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp143,1 triliun.
Kesepakatan tersebut berpotensi mendukung pengembangan layanan seluler Starlink Mobile. SpaceX menyatakan penggunaan spektrum 800 MHz akan membuka jalan bagi layanan itu untuk menyediakan jangkauan seluler yang lebih luas.
Kenaikan saham Tesla turut ditopang data penjualan kendaraan listrik buatan pabrik Shanghai. Pengiriman Model 3 dan Model Y hasil produksi fasilitas tersebut meningkat menjadi 95.366 unit, dibandingkan 90.812 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kabar itu muncul beberapa hari setelah Tesla melaporkan total pengiriman sebanyak 486.532 kendaraan pada kuartal III 2026. Angka tersebut melampaui perkiraan analis.
Perubahan status Musk sebagai triliuner menunjukkan besarnya pengaruh pergerakan harga saham terhadap kekayaannya. Dia memiliki sekitar 11 persen saham Tesla dan 38 persen saham SpaceX, sehingga perubahan harga saham kedua perusahaan dapat membuat kekayaannya bertambah atau berkurang miliaran dolar AS dalam sehari.
Musk pertama kali menembus status triliuner pada 12 Juni setelah SpaceX melantai di bursa saham. Namun, dia kembali kehilangan status tersebut beberapa hari kemudian setelah saham SpaceX anjlok 31 persen dalam aksi jual selama beberapa hari dan adanya pembatasan baru terhadap saham Tesla miliknya senilai 116 miliar dolar AS.
Sejak itu, kekayaan Musk beberapa kali bergerak melewati ambang 1 triliun dolar AS. Dia kembali mencapai level tersebut pada Senin, kemudian turun di bawahnya pada Kamis, sebelum kembali menembusnya pada Jumat pagi seiring penguatan saham Tesla dan SpaceX.
Meski kekayaannya berfluktuasi hingga puluhan miliar dolar AS, Musk tetap menempati posisi pertama dalam daftar miliarder real-time Forbes. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berada di posisi kedua dengan perkiraan kekayaan 378,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp6.768 triliun.









