Pabrik Tepung Telur dan Daging bakal Dibangun, Siapkan Ekosistem Peternakan Terintegrasi
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana membangun pabrik tepung telur dan tepung daging mulai 2027. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, impor tepung telur akan dihentikan setelah pabrik tersebut beroperasi.
Amran menuturkan, fasilitas pengolahan itu juga akan dimanfaatkan untuk menyerap kelebihan produksi telur dan daging ayam di dalam negeri.
"Jadi ini keuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, menghilangkan kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu. Kemudian mengurangi belanja devisa. Jadi ini luar biasa. Inilah keputusan permanen, holistik. Kita bangun ekosistem peternakan yang terintegrasi satu sama lain," ujar Amran dalam konferensi pers dikutip, Sabtu (10/10/2026).
Dia menambahkan, pembangunan pabrik menjadi bagian dari upaya membenahi ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat gejolak harga pada periode tertentu.
Selain itu, pengolahan hasil ternak di dalam negeri diharapkan dapat menekan pengeluaran devisa untuk impor.
Pembangunan fasilitas tersebut rampung dalam waktu 1,5 hingga maksimal dua tahun sebagai langkah untuk menghentikan impor tepung telur.
Amran mengatakan, rencana pembangunan pabrik telah dibahas bersama Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ketiganya sepakat membangun ekosistem peternakan terintegrasi, termasuk fasilitas pengolahan hasil ternak.
"InsyaAllah mudah-mudahan tahun depan kita sudah bisa mulai. Mudah-mudahan 1,5 tahun, maksimal 2 tahun. Tapi kalau bisa 1,5 tahun selesai. Ini adalah solusi permanen," tuturnya.










