Ruang Bermain Jadi Oase bagi Anak-Anak Pengungsi Palestina di Mesir, Ini Kisahnya
KAIRO, iNews.id – Bermain dan mewarnai menjadi aktivitas yang diikuti 90 anak pengungsi Palestina di Kairo, Mesir, di tengah situasi kemanusiaan yang mereka hadapi. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan penyaluran bantuan makanan kepada 500 penerima manfaat.
Bagi anak-anak, kesempatan bermain dan berinteraksi menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, kegiatan kemanusiaan yang berlangsung di Kairo itu tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengikuti aktivitas yang menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 penerima manfaat mendapatkan makanan siap santap atau hot meals. Sementara itu, 90 anak mengikuti aktivitas bermain dan mewarnai yang dirancang untuk memberikan kesempatan berinteraksi dan menghadirkan pengalaman positif.
Kegiatan ini berlangsung di tengah situasi yang dihadapi masyarakat terdampak konflik, termasuk pengungsi Palestina yang berada di Mesir. Selain kebutuhan pangan, perhatian terhadap kebutuhan sosial anak-anak juga menjadi salah satu aspek yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
Branch Manager MyFundAction Indonesia Rimanda Putra mengatakan, bantuan kemanusiaan perlu memperhatikan kebutuhan penerima manfaat secara lebih menyeluruh.
"Bantuan makanan memang menjadi kebutuhan yang langsung dirasakan penerima manfaat. Namun, kami juga ingin menghadirkan ruang yang membuat anak-anak bisa bermain, berinteraksi, dan mendapatkan pengalaman yang positif," kata Rimanda dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
"Karena itu, kegiatan ini kami hadirkan tidak hanya dalam bentuk pemberian makanan," sambungnya.
Menurut Rimanda, kebutuhan masyarakat terdampak konflik dapat berubah seiring dengan kondisi yang mereka hadapi. Oleh karena itu, bentuk bantuan perlu menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat, termasuk anak-anak yang memerlukan kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
"Kami melihat kebutuhan masyarakat tidak selalu berhenti pada saat bantuan darurat tersalurkan. Kondisi di lapangan terus berubah, sehingga bentuk bantuan juga perlu menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat, termasuk kebutuhan anak-anak untuk mendapatkan dukungan sosial dan ruang interaksi," katanya.
Mesir menjadi salah satu negara tempat berlindung bagi masyarakat terdampak konflik, termasuk pengungsi Palestina. Kondisi ini turut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kebutuhan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang berada di negara tersebut.
Sebelum kegiatan penyaluran bantuan berlangsung, MyFundAction juga mengadakan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir. Pertemuan tersebut membahas kondisi pengungsi di Mesir, termasuk masyarakat Palestina, serta kebutuhan bantuan dan situasi kemanusiaan yang mereka hadapi.
Namun, kebutuhan pengungsi tidak hanya berkaitan dengan bantuan darurat. Perhatian terhadap anak-anak juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai dengan kondisi penerima manfaat.
Aktivitas bermain dan mewarnai dalam kegiatan di Kairo menjadi salah satu bentuk perhatian tersebut. Meski tidak menggantikan kebutuhan dasar lainnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk beraktivitas dan berinteraksi dalam lingkungan yang berbeda dari rutinitas mereka.
Kegiatan kemanusiaan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan BSI Maslahat dan dukungan masyarakat Indonesia yang turut berkontribusi.
Dalam keterangannya, Shinto juga menekankan pentingnya memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
"Kami ingin setiap bantuan yang diberikan benar-benar memiliki manfaat bagi penerima. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan serta tersedianya ruang untuk bermain dan berinteraksi, kami berharap bantuan tersebut memberi dampak yang lebih utuh bagi anak-anak" tutup Shinto.










