PKL Tragis! Siswa SMK Pelayaran Cirebon Hilang Terseret Jaring Kapal di Selat Makassar

PKL Tragis! Siswa SMK Pelayaran Cirebon Hilang Terseret Jaring Kapal di Selat Makassar

Nasional | inews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 18:17
share

CIREBON, iNews.id - Reyhan, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hilang di perairan Selat Makassar saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kapal penangkap ikan. Dia diduga terseret jaring beserta pemberatnya ketika kapal tengah operasi penangkapan ikan.

Empat anak buah kapal (ABK) sempat terjun ke laut untuk menolong Reyhan. Mereka bahkan sempat meraih tangan korban, tetapi tubuhnya kembali terseret hingga tenggelam dan hilang terbawa arus.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/10/2026) pagi. Reyhan menjalani PKL bersama delapan siswa lainnya di kapal Putra Haji Mashudi. Dia telah mengikuti praktik tersebut sejak April dan dijadwalkan menyelesaikannya pada akhir Oktober 2026.

Kabar hilangnya Reyhan membuat keluarga terpukul. Ibunya terus menangis setelah menerima kabar bahwa anaknya tidak ditemukan saat menjalani praktik di laut.

Kepala Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Gufron mengatakan, pihak desa menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Kamis malam. Saat itu, perwakilan sekolah, pihak kapal dan tim SAR dari Kabupaten Pati datang untuk menyampaikan laporan.

Pihak desa kemudian meneruskan informasi tersebut kepada keluarga Reyhan. Keluarga berharap siswa itu segera ditemukan.

"Informasi sementara yang kami terima, hilangnya itu terbawa jaring di perairan Pati. Anak itu katanya jatuh terkena jaring," ujar Gufron.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Mundu, Ijat Danajat menyampaikan, terus berkoordinasi dengan keluarga, pihak kapal dan tim SAR untuk memantau perkembangan pencarian.

Setelah Reyhan dilaporkan hilang, pihak kapal berupaya menarik kembali jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Namun, tubuh siswa tersebut tidak ditemukan. Jaring beserta pemberatnya diduga menyeret Reyhan ke dalam laut.

"Jadi sekarang posisinya masih dalam proses pencarian," ucap Ijat.
Hingga kini, tim SAR gabungan bersama sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian masih melakukan pencarian. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tim SAR agar keberadaan Reyhan segera diketahui.

Topik Menarik