Disebut Masuk Bursa Panglima TNI, Ini Respons KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak
JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak merespons kabar dirinya masuk bursa calon Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Agus Subiyanto. Maruli mengaku belum menerima pembicaraan resmi mengenai isu pergantian tersebut.
“Ya saya enggak tahu, legalnya belum ada yang bicara dengan saya secara struktur, ya,” kata Maruli kepada wartawan di Mabesad, Jumat (9/10/2026).
Maruli mengungkapkan dirinya menerima banyak pesan WhatsApp yang menanyakan kabar pergantian Panglima TNI. Namun, dia menilai informasi yang beredar masih simpang siur.
“Isu kanan-kiri banyak yang WA ke saya, ya menyampaikan katanya sudah, ternyata Pak Wakil DPR menyampaikan pada pers belum ada,” ujarnya.
Maruli pun memilih tidak banyak berkomentar mengenai isu tersebut. Menurutnya, pembicaraan mengenai jabatan Panglima TNI belum pantas dilakukan sebelum ada kepastian.
“Ya kalau kalau jadi dulu, malu lah ngomong. Masa belum jadi udah ngomong,” ucapnya.
Dia juga menanggapi santai kabar yang beredar dan membiarkan isu tersebut menjadi bahan diskusi publik.
“Terus tiba-tiba ada (kabar) lagi, ya ya udahlah, biarin aja biar ada kerjaan dia, diskusi dia,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga buka suara mengenai kabar Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Panglima TNI. Dia menegaskan DPR hingga kini belum menerima surat tersebut.
Saat ditanya mengenai isu pergantian Panglima TNI, Dasco mengaku belum mengetahui kabar tersebut.
"Oh, Panglima TNI mau diganti?" kata Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu kemudian menegaskan DPR belum menerima Surpres mengenai pergantian Panglima TNI maupun permohonan uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI.
"Sampai saat ini belum ada," ujar Dasco.









