Polisi Selidiki Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung, Sampel Makanan Diperiksa
BANDUNG, iNews.id - Satreskrim Polrestabes Bandung menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan usai menyantap hidangan Korea di restoran 88 Seoul, Mal 23 Paskal, Kota Bandung, Jawa Barat. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.
Sejumlah konsumen mengalami keluhan kesehatan secara bertahap setelah menyantap makanan dari restoran tersebut. Korban dugaan keracunan diperkirakan mencapai 200 orang lebih.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, penyidik telah bergerak menindaklanjuti laporan masyarakat. Polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan.
“Kami sedang melakukan penyelidikan intensif terkait peristiwa ini. Tim penyidik sudah mendatangi TKP di restoran tersebut dan menyelidiki ke beberapa lokasi,” ujar Kasat Reskrim saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Selain memeriksa lokasi dan saksi, polisi juga menemui sejumlah konsumen yang terdampak. Mereka dimintai keterangan, baik yang menjalani perawatan medis maupun rawat jalan.
Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia, Dimakamkan Sore Ini di Karawang
Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian sekaligus menelusuri kemungkinan sumber kontaminasi makanan. Polisi juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendukung pemeriksaan sampel makanan.
Di tengah penyelidikan polisi, manajemen restoran 88 Seoul menghentikan sementara operasional gerainya di Mal 23 Paskal pada 7-8 Oktober 2026.
Operations General Manager 88 Seoul, Daniel Yahya, mengatakan penutupan sementara dilakukan untuk membersihkan dan menyanitasi area restoran serta mengevaluasi standar operasional.
Penutupan tersebut menjadi bagian dari langkah evaluasi internal manajemen setelah muncul laporan dugaan keracunan yang dialami ratusan konsumen.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih dalam penyelidikan. Dalam kejadian ini ada lebih dari 200 orang yang diduga mengalami gejala keracunan.








