Prabowo Resmikan Ekspor Baterai Kendaraan Listrik dan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun

Prabowo Resmikan Ekspor Baterai Kendaraan Listrik dan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun

Berita Utama | inews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29
share

HALMAHERA TENGAH, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking program hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), ekspor perdana baterai kendaraan listrik, serta peluncuran 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan empat proyek industri yang memasuki tahap komersial," ucap Prabowo. 

Adapun, empat proyek telah memasuki tahap operasi komersial, di antaranya Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

Sementara itu, tujuh proyek lainnya mulai memasuki tahap pembangunan setelah dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking. Proyek tersebut terdiri atas Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.

Adapun, total nilai investasi proyek yang diluncurkan hari ini mencapai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp180 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menjelaskan, empat proyek yang sudah beroperasi secara komersial memiliki nilai investasi sebesar 3,4 miliar dolar AS atau setara Rp60 triliun. Tujuh proyek yang baru memasuki tahap pembangunan memiliki nilai investasi mencapai 6,8 miliar dolar AS.

Keberadaan proyek-proyek tersebut diperkirakan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara keseluruhan, lebih dari 10.000 lapangan kerja diproyeksikan tercipta dari investasi tersebut.

"Dari 10 proyek tersebut bergerak material baterai berbasis nikel, separator dan elektrolit baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolitik, truk listrik untuk kebutuhan pertambangan dan industri, hingga kaca fotovoltaik untuk industri energi surya," kata Rosan.

Dalam kesempatan tersebut, Rosan juga menyampaikan bahwa Maluku Utara menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak dari perkembangan industri hilirisasi. Rosan menyebut sektor industri pengolahan menyumbang hampir separuh produk domestik bruto (PDB) provinsi tersebut.

Kinerja perdagangan Maluku Utara juga ikut terdorong oleh industri pengolahan. Pada 2025, surplus perdagangan provinsi tersebut mencapai Rp31,1 triliun, yang didominasi produk olahan nikel seperti ferronikel, nikel matte, MHP, nikel sulfat, dan kobalt.

Topik Menarik