Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp102.250 per Kg, Mendag Ungkap Biang Keroknya

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp102.250 per Kg, Mendag Ungkap Biang Keroknya

Terkini | inews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06
share

JAKARTA, iNews.id - Harga berbagai jenis cabai mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada Kamis (8/10/2026), harga cabai rawit merah bahkan menembus Rp102.250 per kilogram (kg).

Kenaikan juga terjadi pada jenis cabai lainnya. Harga cabai merah besar naik 1,28 persen menjadi Rp63.250 per kg, sedangkan cabai merah keriting melonjak 9,31 persen menjadi Rp81.000 per kg.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, kenaikan harga cabai dipengaruhi sejumlah faktor, terutama penurunan produksi akibat cuaca dan faktor musiman.

"Ya, jadi ada memang kalau kita lihat, kan kita sering sampaikan ya kenapa harga itu bisa naik turun, ada beberapa faktor, yang salah satunya adalah faktor konsumsi dan faktor produksi," ucap pria yang akrab disapa Busan saat ditemui di acara opening Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026.

Busan menambahkan, kondisi produksi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga cabai saat ini. Penurunan produksi tersebut juga berkaitan dengan faktor musiman.

"Cabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musiman. Pada musim tertentu, apalagi sekarang, ini memang produksinya lagi turun," kata dia.

Busan menyebut, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kg. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga nasional yang berada di sekitar Rp57.000 per kg.

Untuk menjaga pasokan, pemerintah telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai agar produksi ditingkatkan. Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca yang berdampak terhadap produksi cabai.

"Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk terus meningkatkan produksinya karena memang cuaca yang membuat produksinya sedikit menurun," tuturnya.

Selain cabai, Busan turut menyoroti perkembangan harga telur ayam. Dia menyebut harga rata-rata nasional telur saat ini berada di level Rp26.800 per kg, masih di bawah harga acuan sebesar Rp30.000 per kg.

Menurut Busan, harga telur perlu dijaga agar tetap memberikan ruang bagi peternak sekaligus tidak membebani konsumen. Dia mengingatkan harga yang terlalu rendah dapat membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan.

"Jangan sampai harga terlalu rendah nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur enggak ada, justru telur langka dan telur menjadi mahal," kata Budi.

Dia menjelaskan harga acuan telur sebesar Rp30.000 per kg telah ditetapkan dengan memperhitungkan biaya produksi, distribusi, serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Topik Menarik