Genjot Komoditas Hortikultura Bali, Kementan Percepat Proyek HDDAP di Buleleng

Genjot Komoditas Hortikultura Bali, Kementan Percepat Proyek HDDAP di Buleleng

Nasional | inews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:18
share

BULELENG, iNews.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pelaksanaan program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di Kabupaten Buleleng, Bali. 

Langkah ini ditandai dengan pengecekan langsung kesiapan bantuan klaster manggis, durian, hingga klinik perlindungan tanaman guna memastikan dukungan pemerintah segera dimanfaatkan petani. 

Dipimpin Tenaga Ahli Menteri Pertanian Subsektor Hortikultura, Van Basten Panjaitan, bersama tim pelaksana HDDAP, pengecekan memfokuskan pada kesiapan benih, sarana produksi, hingga kelengkapan dokumen pendukung.

Van Basten mengatakan, percepatan pelaksanaan HDDAP perlu dibarengi dengan kesiapan seluruh pihak, terutama pada saat bantuan benih sudah tersedia dan siap didistribusikan kepada petani.

“Ketika benih sudah siap, kita harus memastikan penerima manfaat juga siap. Jangan sampai benih sudah tersedia tetapi proses distribusi dan penanaman terkendala karena kesiapan di lapangan belum selesai,” ujar Van Basten dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Benih Manggis Siap Didistribusikan

Pada klaster manggis, benih telah dinyatakan siap untuk didistribusikan (dropping) kepada kelompok tani penerima manfaat. Sambil menunggu pengujian mutu pupuk selesai, Kementan meminta petani menyiapkan lokasi tanam dan merawat benih di tempat teduh.

“Kita harus menjaga kualitas benih sejak diterima sampai ditanam. Karena itu, sambil menunggu pupuk, benih perlu ditempatkan dan dirawat pada kondisi yang sesuai,” kata Van Basten.

Di klaster durian, Kementan telah mengidentifikasi kebutuhan lahan seluas 310 hektare yang mencakup varietas unggul seperti Musangking (MK Hortimart), Duri Hitam (Oche Banyuwangi), dan Otong. 

Penyediaan benih varietas MK Hortimart/Musangking seluas 74,2 hektare siap dilaksanakan pada tiga kelompok tani. Selain itu, benih varietas Oche Banyuwangi atau duri hitam seluas 31,78 hektare siap dilaksanakan pada dua kelompok tani. 

Kebutuhan benih varietas Otong seluas 204,94 hektare masih belum dapat dilaksanakan karena menunggu kesiapan benih dari penangkar.

Selain klaster buah, Kementan juga menyiapkan dukungan melalui penyediaan Klinik PHT dan Soil Microbiology. Proses masih berada pada tahap penyiapan dokumen. 

“Dokumen harus disiapkan dengan lengkap dan benar sejak awal. Kita ingin pelaksanaan kegiatan cepat, tetapi tetap tertib administrasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Van Basten. 

Kementan juga mendorong pemerintah daerah segera menyampaikan usulan CPCL agar proses verifikasi dan tahapan penyiapan kegiatan dapat segera dilakukan.

Topik Menarik