Hyundai Jump School 2026 Digelar di Indonesia Diikuti Mahasiswa UI, ITB dan ITS

Hyundai Jump School 2026 Digelar di Indonesia Diikuti Mahasiswa UI, ITB dan ITS

Otomotif | inews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45
share

JAKARTA, iNews.id - Program Hyundai Jump School 2026 diikuti 100 mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka berperan sebagai mentor bagi sekitar 400 anak dari berbagai sekolah di Jakarta dan Bandung.

COO PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Franciscus Soerjopranoto (Frans) mengatakan, keterlibatan ITS pada tahun ini menjadi pembeda pada pelaksanaan Hyundai Jump School tahun ini. Sebelumnya, program tersebut melibatkan mahasiswa dari UI dan ITB.

"Perbedaan yang paling besar tahun ini kami melibatkan tiga universitas. Kalau tahun lalu dua universitas dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, tahun ini kita mengikutsertakan juga ITS Surabaya," kata Frans dalam Hyundai JUMP School Batch 3 Ceremony di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dia menuturkan, program ini sudah berjalan tiga tahun. Hyundai Jump School tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak yang menjadi mentor, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Mereka dapat berinteraksi langsung dengan profesional dari dunia industri.

National Director Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora mengatakan proses seleksi terhadap 100 mahasiswa dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Selain kemampuan akademik, penilaian mencakup keterampilan sosial, komunikasi, dan kemampuan membangun networking.

"Seleksinya memang berdasarkan penilaian yang sangat ketat, terutama kita melihat bukan hanya penilaian secara akademik, tapi juga dari social skill mereka dalam hal networking," ujarnya.

Angelina menuturkan mahasiswa yang terlibat juga berasal dari berbagai disiplin ilmu. Tidak hanya mahasiswa teknik, tetapi juga terdapat peserta dari psikologi, manajemen, ilmu administrasi, dan bidang lainnya.

Di menerangkan keragaman latar belakang tersebut membuat mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam menghadapi anak-anak dengan karakter dan kondisi sosial yang berbeda. Mereka juga belajar berkomunikasi serta mendampingi peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

"Pada tahun ini, sekitar 400 anak menjadi penerima manfaat Hyundai Jump School. Peserta berasal dari berbagai sekolah di Jakarta dan Bandung, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas," katanya.

Kunjungi Fasilitas Hyundai

Frans mengungkapkan pengalaman mahasiswa diperkuat melalui interaksi langsung dengan dunia industri otomotif. Mereka berkesempatan mengunjungi fasilitas manufaktur Hyundai dan berdiskusi dengan para profesional mengenai lingkungan kerja serta perkembangan industri otomotif.

Materi yang diperkenalkan mencakup perkembangan teknologi otomotif, elektrifikasi kendaraan, baterai, hingga teknologi hidrogen. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cara mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan praktik di industri.

"Jadi kelihatan antara dunia pendidikan dengan dunia industri itu akan berhubungan. Mereka punya juga nuansa kalau kita lihat tadi ada kunjungan mereka ke Hyundai Manufacturing Indonesia," ujar Frans.

Dia berharap pengalaman yang diperoleh melalui Hyundai Jump School dapat menjadi bekal mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Menurutnya, kemampuan akademik perlu dilengkapi pengalaman praktis dan interaksi langsung dengan lingkungan kerja.

"Jadi kita ingin tidak hanya melalui pendidikan dengan nilai akademis yang tinggi, tapi juga melalui pengalaman-pengalaman atau praktik-praktik yang mereka bisa dapatkan selama aktivitas dari Jump School ini," kata Frans.

Franciscus menambahkan, Hyundai Jump School diharapkan dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan dunia profesional. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman sosial, keterampilan komunikasi, dan pemahaman mengenai dunia kerja.

"Antara pendidikan dan dunia profesional itu akan ada jembatannya. Jadi secara pendidikan mereka dapat, tapi secara experience juga mereka dapatkan. Dua hal itu yang kita akan temukan melalui aktivitas ini," ujar Frans.

Topik Menarik