Tebing Galian Fondasi Longsor di Pemalang, 2 Pekerja Bangunan Tewas Tertimbun

Tebing Galian Fondasi Longsor di Pemalang, 2 Pekerja Bangunan Tewas Tertimbun

Nasional | inews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:18
share

PEMALANG, iNews.id - Dua pekerja bangunan tewas tertimbun tanah saat menggali fondasi rumah di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (6/10/2026). Keduanya berada di dalam galian sedalam sekitar empat meter ketika tebing tanah mendadak runtuh.

Korban diketahui bernama Tamrin (39) dan Ahmad Munir (43), warga setempat. Keduanya tengah mengerjakan penggalian bersama tiga pekerja lainnya di RT 04/RW 02, Dusun Klesem.

Pekerjaan penggalian fondasi dimulai pukul 08.00 WIB. Tiga pekerja berada di dalam lubang untuk menggali tanah, sedangkan dua lainnya bertugas di atas mengangkat material hasil galian.

Sekitar pukul 10.30 WIB, tebing tanah di bagian atas galian tiba-tiba bergerak dan longsor. Material tanah kemudian menutup tiga pekerja yang berada di dalam lubang.

Satu pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum tertimbun. Sementara Tamrin dan Ahmad Munir tidak sempat keluar sehingga tertutup material longsoran.

“Ketika tanah yang digali runtuh, ada tiga orang di bawah. Satu berhasil menghindar, sementara dua orang tertimbun,” kata Pemilik bangunan, Ali Masud (31) dikutip dari iNews Pemalang.

Kapolsek Watukumpul AKP Iman Santoso menyampaikan, insiden tersebut menyebabkan dua korban jiwa dan satu pekerja lainnya berhasil selamat dari longsoran.

“Benar, ada dua korban meninggal dunia karena tertimbun tanah dan satu orang selamat,” ujar AKP Iman Santoso.

Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi kedua korban. Proses tersebut melibatkan Destana, TNI, Polri, Trantibum Kecamatan Watukumpul, pemerintah desa, serta sejumlah unsur terkait.

Petugas melakukan evakuasi dengan hati-hati karena kedua korban berada di bawah timbunan tanah dalam galian. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Cikadu Watukumpul.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter Wahyu Santoso menyebut Ahmad Munir mengalami luka pada pelipis kepala dan lebam pada wajah. Sementara Tamrin mengalami cedera kepala berat serta luka pada siku kanan.

Pemeriksaan medis menyimpulkan kedua korban meninggal akibat kekurangan oksigen setelah tertimbun material tanah.

Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah Tamrin dan Ahmad Munir diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Camat Watukumpul Arief Rachman Hakim mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Topik Menarik