Pimpin Polda Jateng, Gebrakan Roy Hardi: Sikat Kejahatan hingga Respons Cepat

Pimpin Polda Jateng, Gebrakan Roy Hardi: Sikat Kejahatan hingga Respons Cepat

Nasional | inews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:24
share

SEMARANG, iNews.id - Irjen Pol Roy Hardi Siahaan resmi memimpin Polda Jawa Tengah (Jateng) setelah menerima Pataka Maneka Tunggal Dharma dari pendahulunya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Serah terima pataka berlangsung di Polda Jateng, Selasa (6/10/2026), sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di jajaran kepolisian Jateng.

Roy Hardi membawa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya. Konsep tersebut diwujudkan melalui tiga pendekatan, yakni tegas terhadap kejahatan, humanis terhadap kelompok rentan, dan cepat dalam merespons laporan masyarakat.

Dalam penanganan kejahatan, Roy Hardi menegaskan polisi akan bertindak tanpa kompromi terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Narkotika, perjudian, begal, hingga pencurian dengan kekerasan menjadi sejumlah kejahatan yang menjadi perhatian.

Di sisi lain, pendekatan humanis akan diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan lebih, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Polisi juga dituntut memberikan pelayanan dengan pendekatan yang berkeadilan.

Respons cepat menjadi pilar ketiga yang ditekankan Roy Hardi. Setiap laporan, pengaduan, maupun permintaan pertolongan dari masyarakat diharapkan segera ditindaklanjuti jajaran Polda Jateng.

Sebelum kepemimpinan beralih, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo berpesan agar seluruh anggota tetap menjaga kehormatan institusi dan memberikan dukungan penuh kepada Kapolda baru. Ia menilai berbagai capaian selama masa kepemimpinannya tidak terlepas dari kerja bersama seluruh jajaran.

"Jaga kehormatan Pataka kita, jaga solidaritas, jaga integritas, dan jaga kepercayaan masyarakat. Kalau kemarin dukungan 100 persen, sekarang tingkatkan 200 persen. Semua loyalitas tetap lurus kepada Bapak Kapolda yang baru," ujar Irjen Pol Ribut dikutip dari iNews Muria.

Serah terima pataka diawali dengan prosesi penyambutan tradisi pedang pora yang dipimpin Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Pataka Maneka Tunggal Dharma di lapangan upacara.

Penyerahan pataka menjadi simbol peralihan kehormatan, jati diri, sekaligus tanggung jawab kepemimpinan Polda Jawa Tengah kepada Roy Hardi Siahaan.

Dalam menjalankan tugasnya, Roy Hardi juga meminta dukungan dan sinergi dari berbagai unsur di Jawa Tengah. Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Jateng.

Topik Menarik