Kronologi Ledakan di Pakuwon City Surabaya, Berawal Koki Memasak Tercium Bau Gas

Kronologi Ledakan di Pakuwon City Surabaya, Berawal Koki Memasak Tercium Bau Gas

Berita Utama | inews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:52
share

SURABAYA, iNews.id - Ledakan besar mengguncang kawasan ruko Pakuwon City San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Ledakan diduga berasal dari Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi setelah seorang koki yang sedang memasak mencium aroma gas sebelum terjadi dentuman keras.

Peristiwa itu berlangsung sangat cepat. Koki yang berada di dalam rumah makan sempat menyadari adanya bau gas, tetapi dalam hitungan sekejap ledakan terjadi dan mengguncang kawasan pertokoan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, dugaan awal tersebut diperoleh dari keterangan saksi di lokasi. Saat kejadian, koki sedang melakukan aktivitas memasak.

“Awalnya saat koki sedang memasak memang mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi ledakan,” katanya, Selasa (6/10/2026).

Setelah ledakan, polisi langsung melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui sumber kejadian. Tim Jibom juga diterjunkan untuk memastikan ledakan bukan berasal dari bahan peledak.

Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan kandungan bahan peledak di lokasi. Polisi kemudian mengarahkan penyelidikan pada dugaan kebocoran gas yang terjadi di rumah makan tersebut.

“Kami sudah olah TKP dan Tim jibom sudah memastikan tidak ditemukan kandungan bahan peledak jadi diduga keras akibat kebocoran gas,” ujarnya.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga kuat ledakan berkaitan dengan tabung gas LPG berukuran 50 kilogram. Di lokasi ditemukan tiga tabung LPG dengan kapasitas masing-masing 50 kilogram, sementara polisi menduga kebocoran terjadi pada bagian pipa atau selang penyalur gas, bukan karena tabungnya meledak.

Gas yang keluar diduga kemudian terkumpul di dalam ruangan hingga memicu ledakan. Polisi masih mendalami sumber kebocoran serta rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab secara menyeluruh.

Informasi mengenai aktivitas memasak dan dugaan kebocoran LPG tersebut juga disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Polisi masih menjadikan hasil olah TKP dan pemeriksaan material sebagai bagian dari penyelidikan.

“Berdasarkan informasi awal terdapat aktivitas memasak salah satu ruko sebelum terjadi ledakan dan diduga ledakan disebabkan akibat tabung gas elpiji,” kata Jules.

Ledakan tidak hanya merusak bangunan di sekitar lokasi, tetapi juga menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Korban terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan.

Seluruh korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

“Ada empat korban laki-laki dan satu perempuan yang kini sudah dirawat di rumah sakit,” ucapnya.

Kuatnya ledakan membuat kerusakan meluas ke bangunan di sekitar Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi. Polisi mencatat sedikitnya 41 bangunan terdampak, terdiri atas 26 ruko dan 15 rumah warga.

Kerusakan sebagian besar berupa kaca pecah akibat kuatnya getaran. Lima bangunan mengalami kerusakan parah, sedangkan 36 bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan.

Ledakan juga merusak kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Polisi mencatat empat mobil, satu truk, dan 11 sepeda motor terdampak sehingga total terdapat 16 kendaraan yang mengalami kerusakan.

Kerusakan kendaraan terutama terjadi pada bagian bodi dan kaca spion. Polisi menduga kerusakan tersebut dipicu kuatnya getaran yang ditimbulkan ledakan.

Sementara itu, proses penyelidikan masih berlangsung. Tim gabungan, termasuk Labfor dan petugas kepolisian, masih melakukan pemeriksaan terhadap lokasi serta material yang ditemukan untuk memastikan sumber kebocoran dan penyebab pasti ledakan.

Topik Menarik