Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Muntahkan Kolom Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Muntahkan Kolom Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter

Nasional | inews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00
share

LEMBATA, iNews.id - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Selasa (6/10/2026) pagi. Letusan memuntahkan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Petugas pengamatan gunung api Syawaludin mengatakan, erupsi Gunung Ili Lewotolok terjadi pukul 10.26 WITA. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat laut.

Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismograf. Amplitudo maksimum tercatat 38,9 milimeter dengan durasi letusan selama 43 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok pada hari Selasa, 06 Oktober 2026, pukul 10:26 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 600 meter di atas puncak," ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan menyusul erupsi tersebut. Masyarakat maupun pengunjung diminta tidak memasuki wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Larangan aktivitas juga berlaku hingga radius tiga kilometer pada sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas gunung api. Area tersebut perlu dihindari untuk mengantisipasi potensi bahaya dari aktivitas vulkanik.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas. Ancaman tersebut berpotensi terjadi di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.

Masyarakat yang berada di sekitar gunung juga diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung. Perlengkapan untuk melindungi mata dan kulit juga disarankan digunakan guna menghindari gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan lainnya akibat paparan abu vulkanik.

Selain melindungi diri, masyarakat diimbau menutup tempat penampungan air bersih. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah abu vulkanik masuk dan mencemari persediaan air.

PVMBG meminta pemerintah daerah dan masyarakat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung juga dapat diperoleh melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung.

Topik Menarik