Wabah Pes Diduga Menyerang Rusia, 200 Orang Dikarantina usai Bakteri Bocor dari Lab!

Wabah Pes Diduga Menyerang Rusia, 200 Orang Dikarantina usai Bakteri Bocor dari Lab!

Terkini | inews | Senin, 5 Oktober 2026 - 10:17
share

SIBERIA, iNews.id — Dugaan wabah pes menggemparkan Rusia setelah seorang pekerja laboratorium di Siberia meninggal dunia usai mengalami pneumonia berat. Hampir 200 orang yang diduga memiliki kontak dengan korban kemudian menjalani isolasi dan pemantauan medis.

Kasus ini bermula dari dugaan insiden di Irkutsk Anti-Plague Research Institute, Rusia. Sejumlah laporan media menyebut seorang pekerja laboratorium diduga mengalami kecelakaan pada 25 September 2026 saat menangani material biologis.

Pekerja bernama Daria Shipilova itu disebut mengalami insiden berupa pecahnya tabung yang diduga berisi patogen Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes.

Namun, informasi mengenai bakteri tersebut lepas dari laboratorium belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Rusia.

Beberapa hari setelah dugaan insiden tersebut, Shipilova mengalami kondisi kesehatan serius. Ia dilaporkan dirawat di rumah sakit di Shelekhov dengan pneumonia berat dan sempat membutuhkan ventilator.

Pada 1 Oktober, rumah sakit di Shelekhov memberlakukan pembatasan terhadap layanan rawat inap. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul kekhawatiran terhadap kemungkinan infeksi yang tergolong sangat berbahaya.

Sekitar 90 orang dilaporkan telah menjalani karantina pada tahap awal. Jumlah orang yang berada dalam pengawasan kemudian disebut mencapai hampir 200 orang.

Shipilova akhirnya meninggal dunia pada dini hari 2 Oktober.

Kematian pekerja laboratorium tersebut memicu respons darurat pemerintah daerah. Gubernur Irkutsk Igor Kobzev menggelar komisi darurat bersama Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova.

Kobzev menyebut, orang-orang yang melakukan kontak dengan korban berada dalam pengawasan. Mereka dilaporkan belum menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan awal diketahui negatif.

Muncul Dugaan Pes

Kecurigaan terhadap pes semakin mencuat setelah Kepala Republik Buryatia Alexei Tsydenov sempat menyebut penyakit tersebut sebagai pes. Namun, pernyataan itu kemudian diedit menjadi kemungkinan atau dugaan pes.

Di tengah informasi tersebut, otoritas kesehatan Rusia memberikan penjelasan berbeda.

Rospotrebnadzor menyebut diagnosis korban sebagai pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas tersebut juga menyatakan tidak ada kecelakaan yang melibatkan mikroorganisme patogen di institut tempat Shipilova bekerja.

Perbedaan keterangan tersebut membuat kasus ini menjadi sorotan. Di satu sisi, terdapat tindakan pencegahan berupa isolasi dan pemantauan terhadap hampir 200 orang. Di sisi lain, pemerintah Rusia belum secara resmi menyatakan bahwa telah terjadi wabah pes.

Pada 3 Oktober, pemerintah Baikalsk bahkan sempat mengunggah imbauan kepada masyarakat agar menghindari perjalanan ke Shelekhov. Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi bahwa Yersinia pestis telah menyebar dari laboratorium atau terjadi penularan pes antarmanusia di masyarakat.

Pes merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Salah satu bentuknya, pes pneumonik, dapat menyerang paru-paru dan dalam kondisi tertentu dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan.

Karena itu, perkembangan kasus di Siberia menjadi perhatian, terutama mengingat adanya pekerja laboratorium yang meninggal dan ratusan orang yang ditempatkan dalam pemantauan.

Topik Menarik