Trump Bentuk Gugus Tugas AI Pasukan Super Intelligence

Trump Bentuk Gugus Tugas AI Pasukan Super Intelligence

Berita Utama | inews | Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membentuk gugus tugas baru disebut Pasukan Super Intelligence Force (SIF). Gugus tugas ini bertugas mengoordinasikan kebijakan serta memimpin upaya nasional untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke level lebih lanjut.

Super Intelligence (SI) merupakan sebutan terbaru Trump untuk menggantikan AI. Trump pekan lalu mengeluarkan instruksi presiden mengganti istilah AI dengan SI di tingkat federal hingga daerah.

Instruksi itu menetapkan, pemerintah AS tidak lagi mengakui atau menggunakan AI sebagai terminologi dalam pengaturan resmi sejauh diizinkan oleh hukum.

"Setelah kesepakatan Gedung Putih yang bersejarah tentang Super Intelligence, di mana perusahaan teknologi paling penting di dunia berkumpul dan menegaskan tanggung jawab mereka kepada Rakyat Amerika, saya mengumumkan pembentukan Super Intelligence Force (SIF)," tulis Trump di akun Truth Social.

SIF juga dirancang untuk menjalankan peran sebagai penghubung utama pemerintah dengan masyarakat sipil, advokasi keselamatan, serta industri swasta. 

Trump menjelaskan cakupan luas SIF untuk memastikan bahwa AS terus memimpin dunia terkait penggunaan AI.

"Super Intelligence Force bertugas mengoordinasikan upaya pemerintah federal untuk memastikan bahwa Amerika terus memimpin dunia dalam Intelijen Super, yang menurut kebanyakan orang lebih besar daripada Revolusi Industri dan Internet, serta akan melindungi kepentingan, serta meningkatkan kehidupan, semua warga AS," tulisnya.

Trump menjelaskan SIF akan mengoordinasikan keterlibatan pemerintah dengan konsumen, kelompok-kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur penting, dan perusahaan AI.

SIF akan dipimpin oleh tim beranggotakan empat orang yang berasal dari kalangan intelijen, pertahanan, regulasi, dan pemerintah federal. 

Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton, Ketua Komisi Perdagangan Federal Andrew Ferguson, Kepala Teknologi dan Wakil Menteri Pertahanan untuk Penelitian dan Rekayasa Emil Michael, serta Direktur Kantor Manajemen Personel Scott Kupor akan bersama-sama memimpin lembaga tersebut.

Kelompok tersebut akan melapor langsung kepada Presiden AS.

Topik Menarik