Sandiwara Ayah Bunuh Bayi di Jaktim, Pura-Pura Nangis hingga Sebut Anaknya Tertimpa Kipas Angin

Sandiwara Ayah Bunuh Bayi di Jaktim, Pura-Pura Nangis hingga Sebut Anaknya Tertimpa Kipas Angin

Terkini | inews | Senin, 5 Oktober 2026 - 02:01
share

JAKARTA, iNews.id - Polisi menangkap RPP (30), ayah kandung yang diduga menganiaya bayi berusia 11 bulan hingga tewas di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Setelah menganiaya korban, pelaku sempat berpura-pura menangis dan meminta pertolongan untuk membawa bayinya ke rumah sakit.

“Iya (ayah kandung bayi) setelah didalami,” kata Kapolsek Cakung AKP Andre Try Putra saat dihubungi, Minggu (4/10/2026).

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, penganiayaan terjadi antara Kamis malam atau Jumat (2/10/2026) dini hari.

Saat kejadian, RPP membenturkan bagian belakang kepala korban ke dinding sebanyak tiga kali.

“Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya, kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak 3 kali,” ujar Made.

Selain membenturkan kepala korban ke dinding, RPP juga memukul punggung bayi tersebut menggunakan tangan kanan yang mengepal.

“Bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal,” kata Made.

Setelah itu, pelaku sempat berpura-pura menangis sambil menggendong korban. RPP kemudian meminta pertolongan untuk mengantar bayi tersebut ke rumah sakit dan mengatakan korban mengalami muntah-muntah.

Saksi berinisial S yang melihat kondisi korban kemudian menanyakan penyakit yang diderita bayi tersebut. RPP menjawab korban mengalami muntah-muntah.

Namun, saat diperiksa, wajah bayi justru dipenuhi luka lebam. Saksi kemudian kembali menanyakan apa yang dilakukan RPP hingga menyebabkan korban mengalami luka lebam.

Alih-alih memberikan penjelasan, RPP memberikan jawaban berbelit-belit. Dia mengaku bayi tersebut mengalami luka karena tertimpa kipas angin.

"Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit," ujar Andre.

Alasan serupa juga disampaikan RPP kepada istrinya yang merupakan ibu kandung korban. Saksi S yang semakin curiga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.

Ketua RT mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah tidak sadarkan diri. Wajah bayi tersebut terlihat lebam dan pucat pasi.

Ketua RT kemudian menghubungi Polsek Cakung. Polisi selanjutnya menangkap RPP untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan bayi berusia 11 bulan tersebut meninggal dunia.

Topik Menarik