Desak Diplomat dan Warga Asing Segera Tinggalkan Ukraina, Rusia: Kami Tak Tanggung Akibatnya!
MOSKOW, iNews.id - Rusia meminta para diplomat dan warga asing segera meninggalkan Ukraina, khususnya Ibu Kota Kiev. Peringatan keras itu disampaikan di tengah rencana Moskow meningkatkan serangan militernya ke Kiev dan sejumlah kota Ukraina lainnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia memperingatkan para diplomat asing di Kiev untuk segera meninggalkan kota tersebut. Seruan yang sama ditujukan kepada seluruh warga asing yang masih berada di Ukraina.
Moskow bahkan menegaskan tidak bertanggung jawab atas dampak buruk yang mungkin terjadi jika peringatan tersebut diabaikan.
"Tanggung jawab atas segala konsekuensi buruk sepenuhnya berada di tangan mereka yang mengabaikan peringatan ini," demikian pernyataan Kemlu Rusia, seperti dikutip Reuters, Minggu (4/10/2026).
Rusia menyatakan peringatan tersebut berkaitan dengan peningkatan operasi militernya di Ukraina. Moskow menyebut serangan terbaru sebagai pembalasan atas apa yang disebutnya sebagai aksi teroris Angkatan Bersenjata Ukraina terhadap penduduk sipil dan infrastruktur sipil Rusia.
"Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terus melakukan serangan terarah secara sistematis terhadap fasilitas militer di Kiev dan kota-kota Ukraina lainnya," bunyi pernyataan Kemlu Rusia.
Rusia juga telah meningkatkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur di Kiev, termasuk jembatan yang melintasi Sungai Dnipro pada Sabtu.
Kampanye militer yang semakin intensif tersebut dilaporkan mengganggu aktivitas di Kiev, yang dihuni sekitar 3 juta orang, menjelang datangnya musim dingin.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan Ukraina harus menanggung akibat atas serangan terhadap infrastruktur sipil Rusia. Dia juga menjanjikan serangan lebih lanjut terhadap Ukraina.
Dalam beberapa bulan terakhir, kedua pihak terus terlibat dalam serangkaian serangan. Rusia dan Ukraina juga saling menyerang kapal pengangkut biji-bijian di Laut Hitam.
Kilang minyak dan sejumlah fasilitas milik Rusia juga menjadi sasaran serangan Ukraina. Selain itu, serangan drone Ukraina dilaporkan menewaskan seorang warga sipil Rusia di wilayah perbatasan.
Di tengah eskalasi tersebut, Moskow kembali menegaskan bahwa operasi militernya akan terus dilakukan terhadap sasaran yang disebut sebagai fasilitas militer di Ukraina.







