Gunung Semeru Meletus 25 Kali dalam 6 Jam, Status Masih Siaga
LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami 25 kali letusan dalam enam jam pada Sabtu (3/10/2026). Aktivitas tersebut tercatat dalam laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pukul 00.00-06.00 WIB.
“Letusan (Jumlah: 25, Amplitudo: 10-25 mm, Durasi: 72-205 detik),” tulis PVMBG dalam laporan aktivitas Gunung Semeru, Sabtu (3/10/2026).
Selain letusan, PVMBG mencatat enam kali guguran dengan amplitudo 1-5 mm dan durasi 34-97 detik. Satu kali gempa hembusan juga terekam dengan amplitudo 3 mm dan durasi 43 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya berupa 14 kali tremor harmonik dengan amplitudo 1-9 mm dan durasi 46-455 detik. PVMBG juga mencatat masing-masing satu kali gempa tektonik lokal dan gempa tektonik jauh.
Secara visual, Gunung Semeru terpantau jelas hingga kabut 0-III. Tidak teramati asap kawah, sedangkan beberapa letusan disertai suara gemuruh.
“Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah nihil,” tulis PVMBG.
Timnas Indonesia Ikutan? Singapura Tantang Brasil dan Paraguay di FIFA Matchday November 2026!
Sementara itu, gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, PVMBG melarang aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
“Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat,” imbau PVMBG.










