Karhutla di Gunung Karst Lesang Hanguskan 21,5 Ha Lahan, Api Mengarah ke Permukiman

Karhutla di Gunung Karst Lesang Hanguskan 21,5 Ha Lahan, Api Mengarah ke Permukiman

Berita Utama | inews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 11:54
share

PANGKEP, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Gunung Karst Lesang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kobaran api membakar sekitar 21,51 hektare lahan di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Petugas gabungan kini berjibaku memadamkan sekaligus menyekat api yang berpotensi bergerak ke arah permukiman warga.

Kebakaran telah berlangsung selama dua hari. Hingga Jumat, (2/10/2026), sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan karst tersebut.

Informasi awal kebakaran diterima petugas pada Kamis (1/10/2026) sore sekitar pukul 15.00 WITA. Titik api pertama kali dilaporkan masyarakat mitra polisi kehutanan yang melihat kebakaran di kawasan Gunung Karst Lesang.

Petugas Manggala Agni Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung kemudian bersama personel gabungan bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Komandan Regu 1 Manggala Agni Balai TN Bantimurung-Bulusaraung, Muhammad Ikfar, mengatakan petugas saat ini fokus memutus pergerakan api yang turun dari puncak karst.

“Hari ini kami melakukan penyekatan dan memutus kepala api yang turun dari puncak Karst, yang berpotensi menuju ke arah permukiman masyarakat," ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan perhitungan sementara tim di lapangan, kebakaran telah menghanguskan area sekitar 21,51 hektare. Luasan tersebut masih dapat berubah karena petugas masih melakukan pemantauan dan pemetaan di lokasi.

"Untuk luasan sementara, dari hasil perhitungan tim kami, itu kurang lebih 21,51 hektare," katanya.

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan dari Pemerintah Kabupaten Pangkep, pemadam kebakaran Pangkep, pemadam kebakaran PT Semen Tonasa, Polsek Minasatene, Koramil Minasatene, serta personel Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Sekitar 30 personel Manggala Agni juga diterjunkan ke lokasi. Petugas menggunakan metode pemadaman langsung, terutama untuk menekan api yang berada di bagian kaki karst.

"Langkah yang kami lakukan semalam, kami menggunakan metode pemadaman langsung yang berada di kaki-kaki karst. Kami berkolaborasi dengan pemadam kebakaran kewilayahan pangkep dan pemadam kebakaran PT semen tonasa, termasuk dengan penyuplai air, sehingga kami mampu menekan sebaran api yang berada di kaki-kaki karst," ucapnya.

Dukungan armada dan pasokan air dari pemadam kebakaran membantu petugas menekan sebaran api di bagian kaki karst. Meski demikian, sejumlah titik api di kawasan TN Bantimurung-Bulusaraung masih menjadi perhatian petugas.

Jarak titik api terdekat dengan kawasan masyarakat diperkirakan sekitar 150 meter. Kondisi tersebut membuat petugas memperkuat penyekatan untuk mencegah api meluas dan mendekati permukiman.

Petugas gabungan juga terus melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Pemantauan dilakukan secara berkala, terutama pada area yang masih memiliki potensi terbakar.

Sementara itu, penyebab kebakaran hutan dan lahan di Gunung Karst Lesang belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber awal munculnya api.

"Untuk dugaan sementara penyebab kebakaran hutan ini, masih dalam penyelidikan pihak terkait,” katanya.

Petugas gabungan hingga kini masih bersiaga di lokasi. Pemadaman, penyekatan, pendinginan, dan pemantauan terus dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas ke kawasan lain maupun mendekati permukiman masyarakat.

Topik Menarik