Gen Z Sporty Suka Pakai Baju Olahraga dengan Teknologi Anti-UV, Ini Faktanya!

Gen Z Sporty Suka Pakai Baju Olahraga dengan Teknologi Anti-UV, Ini Faktanya!

Gaya Hidup | inews | Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:35
share

JAKARTA, iNews.id - Lari pagi, bermain padel, hingga olahraga di ruang terbuka kini semakin dekat dengan keseharian anak muda. Bagi Gen Z, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi perlahan menjadi bagian dari gaya hidup.

Perubahan tersebut ikut menggeser cara Gen Z memilih pakaian olahraga. Baju yang nyaman dan enak dipakai bergerak kini dianggap belum cukup. Ketika aktivitas dilakukan di luar ruangan, perlindungan dari paparan sinar matahari hingga kemampuan pakaian mengelola keringat juga mulai menjadi pertimbangan.

Salah satu yang mulai banyak diperkenalkan adalah pakaian olahraga dengan teknologi perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV).

Marketing Communication Manager Hush Puppies, Andreas Agi, melihat tren tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya perhatian anak muda terhadap olahraga dan gaya hidup sehat.

"Sekarang ini banyak banget, terutama Gen Z. Buat mereka olahraga itu sudah jadi mindset pertama mereka, lari, padel, dan lain-lain," ujar Andreas dalam keterangannya, belum lama ini.

Dia mengatakan perubahan kebiasaan tersebut menjadi salah satu alasan kategori pakaian olahraga semakin berkembang. Apalagi, jenis aktivitas yang dilakukan anak muda kini cukup beragam, mulai dari olahraga di pusat kebugaran hingga aktivitas luar ruangan.

"Kalau kami melihat tren sekarang, orang sudah mulai aware dengan olahraga, hidup sehat, wellbeing, wellness, healthy. Terutama Gen Z, mereka sudah aware banget," katanya.

Salah satu kebutuhan yang muncul ketika olahraga dilakukan di luar ruangan adalah menghadapi paparan sinar matahari. Karena itu, teknologi anti-UV mulai menjadi salah satu fitur yang ditawarkan pada pakaian olahraga.

"Yang memang baru itu adalah anti-UV. Balik lagi karena kita bikin activewear ini untuk aktivitas outdoor yang memang akan lebih banyak terkena matahari langsung," ujar Andreas.

Namun, perlindungan dari sinar UV bukan satu-satunya hal yang diperhatikan. Aktivitas fisik yang membuat tubuh berkeringat juga membutuhkan pakaian dengan kemampuan mengeringkan kelembapan secara lebih cepat.

Teknologi quick dry, misalnya, dirancang agar pakaian tidak terlalu lama berada dalam kondisi basah setelah digunakan berolahraga. Sementara fitur antibakterial ditujukan untuk membantu mengurangi masalah bau yang dapat muncul akibat keringat dan aktivitas fisik.

Menariknya, kebutuhan tersebut turut memengaruhi bahan pakaian. Andreas menjelaskan, material polyester dan spandex digunakan karena pakaian olahraga harus cukup fleksibel untuk mengikuti pergerakan tubuh.

"Untuk olahraga, butuh satu baju yang fleksibel, yang bisa mengikuti gerak badan. Makanya bahan dasarnya polyester dan spandex," tuturnya.

Pilihan warna pun tidak semata-mata berkaitan dengan tren fashion. Pakaian olahraga kini banyak hadir dalam warna putih, hijau, biru muda, abu-abu hingga oranye.

Menurut Andreas, warna cerah juga dapat membantu seseorang lebih mudah terlihat ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama saat berlari atau melakukan kegiatan seperti hiking.

"Apalagi lari, hiking, atau seperti itu, biasanya butuh warna-warna yang cerah biar gampang diidentifikasi," katanya.

Perubahan gaya hidup tersebut juga membuat batas antara pakaian olahraga dan pakaian sehari-hari semakin tipis. Pakaian yang awalnya digunakan untuk berolahraga kini dituntut tetap nyaman ketika dikenakan untuk aktivitas lain setelahnya.

Hal serupa terlihat pada perkembangan sepatu. Model yang fleksibel dan ringan semakin sesuai dengan kebutuhan orang yang memiliki mobilitas tinggi, terlebih ketika satu pasang sepatu ingin digunakan untuk berbagai kegiatan.

Dalam tren tersebut, jenama Hush Puppies menghadirkan koleksi activewear yang menggabungkan kebutuhan olahraga dengan gaya kasual. Andreas mengatakan kategori tersebut juga menyasar konsumen yang lebih muda seiring meningkatnya ketertarikan terhadap olahraga dan wellness.

Pada akhirnya, perkembangan pakaian olahraga menunjukkan bahwa kebutuhan anak muda tidak lagi berhenti pada persoalan tampilan. Ketika olahraga sudah menjadi bagian dari rutinitas, pakaian pun dituntut mampu mengikuti gerakan tubuh, mengelola keringat, memberikan kenyamanan, sekaligus menunjang aktivitas di luar ruangan.

Topik Menarik