AFC Bikin Gebrakan di Piala Asia 2027: Ada Kamera Wasit hingga Tiket Jadi Visa

AFC Bikin Gebrakan di Piala Asia 2027: Ada Kamera Wasit hingga Tiket Jadi Visa

Olahraga | inews | Rabu, 30 September 2026 - 13:54
share

RIYADH, iNews.id - Piala Asia 2027 bakal menghadirkan sejumlah perubahan besar. Mulai dari penggunaan kamera pada wasit hingga sistem tiket digital yang dapat digunakan sebagai visa masuk ke Arab Saudi.

Rencana tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi. Tepat 100 hari sebelum turnamen dibuka, panitia penyelenggara menggelar pertemuan daring pada Selasa 29 September untuk memaparkan kesiapan akhir kompetisi sepak bola terbesar di Asia tersebut.

Dalam agenda itu, AFC sekaligus memperkenalkan sejumlah inovasi yang disiapkan untuk turnamen. Perubahan tersebut mencakup teknologi pertandingan, sistem operasional, fasilitas bagi pemain, hingga layanan untuk para suporter.

Salah satu perhatian utama adalah rencana penggunaan kamera yang dikenakan wasit saat memimpin pertandingan. Teknologi tersebut menjadi bagian dari pembaruan yang disiapkan AFC untuk Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Selain kamera wasit, AFC juga akan memperkenalkan Sistem Pergantian Pemain Digital (DSS) dalam turnamen putra. Sistem tersebut sebelumnya telah diuji coba pada Piala Asia Wanita 2026 di Australia.

Melalui DSS, proses pergantian pemain tidak lagi hanya mengandalkan metode tradisional. Tim dapat mengirim permintaan pergantian pemain menggunakan tablet. Data kemudian diteruskan secara langsung kepada wasit keempat dan diperbarui secara real-time.

Informasi mengenai pergantian pemain hingga kartu merah juga akan terhubung dengan sistem grafis televisi. Dengan sistem tersebut, data pertandingan dapat ditampilkan dan diperbarui secara lebih terintegrasi.

Bukan Cuma Teknologi, Pengalaman Pemain dan Suporter Juga Diubah

Inovasi Piala Asia 2027 tidak hanya menyentuh perangkat pertandingan. AFC juga menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan pengalaman pemain selama turnamen berlangsung.

Pada pertandingan pembukaan, panitia penyelenggara berencana bekerja sama dengan panitia lokal untuk menghadirkan penyanyi yang membawakan lagu kebangsaan tim peserta secara langsung.

Penghargaan untuk tim juara juga tidak berhenti pada trofi utama. Pemain, pelatih kepala, serta presiden federasi dari tim pemenang akan mendapatkan replika miniatur trofi Piala Asia.

Setelah pertandingan, pemain juga akan memiliki area khusus untuk bertemu keluarga dan teman. Fasilitas tersebut tetap disiapkan dengan memperhatikan protokol keamanan selama turnamen.

Hal menarik lainnya datang dari sistem perjalanan menuju Arab Saudi. Tiket pertandingan Piala Asia 2027 juga akan digunakan sebagai visa untuk memasuki negara tuan rumah.

Persiapan di Arab Saudi kini memasuki tahap akhir. Panitia penyelenggara lokal yang beranggotakan 175 orang telah bekerja selama dua tahun untuk mempersiapkan berbagai fasilitas serta kebutuhan operasional turnamen.

Piala Asia 2027 akan digelar di delapan stadion yang tersebar di tiga kota, yakni Riyadh, Jeddah, dan Al Khobar. Lima stadion di Riyadh sudah selesai dibangun, sedangkan tiga stadion lainnya di Jeddah dan Al Khobar berada dalam tahap persiapan akhir.

Seluruh stadion juga menjalani rangkaian uji coba. Pertandingan uji coba terakhir dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Desember 2026.

Piala Asia 2027 diprediksi akan dihadiri sekitar 1,4 juta penonton yang menyaksikan total 51 pertandingan. Untuk mendukung penyelenggaraan turnamen, disiapkan lebih dari 300 relawan, 31 hotel, serta 27 lapangan latihan.

Sistem tiket digital menjadi salah satu kebijakan penting dalam turnamen mendatang. Selain berfungsi sebagai akses menuju pertandingan, tiket juga digunakan sebagai visa untuk memasuki Arab Saudi.

Menurut informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, sekitar 70 persen tiket Piala Asia 2027 sudah terjual setelah proses pengundian dilakukan.

Piala Asia 2027 juga menjadi turnamen pertama AFC yang menerapkan model kantor pusat tetap untuk tim di tiga kota tuan rumah. Sistem tersebut melibatkan 63 hotel.

Operasional turnamen akan ditopang satu pusat utama di Riyadh, tiga pusat regional, delapan pusat di stadion, serta satu pusat operasional AFC.

Setiap kota tuan rumah juga akan memiliki zona penggemar yang berada di sekitar stadion. Masing-masing zona memiliki kapasitas sekitar 10.000 orang.

Sejumlah lembaga di Arab Saudi ikut terlibat dalam persiapan operasional, mulai dari penyambutan peserta di bandara dan hotel, pelaksanaan upacara, pengelolaan stadion, hingga dukungan untuk penonton.

Topik Menarik