Pemkot Jaksel Kerja Bakti Serentak di 65 Titik, Antisipasi Musim Hujan

Pemkot Jaksel Kerja Bakti Serentak di 65 Titik, Antisipasi Musim Hujan

Terkini | inews | Senin, 28 September 2026 - 01:03
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar kerja bakti secara serentak di 65 titik, Minggu (27/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi musim hujan dan meminimalisir potensi genangan hingga banjir.

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo bahkan turun langsung membersihkan lumpur atau sedimen di saluran air kawasan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Salah satu titik kerja bakti berada di Jalan Kuningan Barat 1. Di lokasi tersebut, Syafrin memimpin langsung kegiatan yang melibatkan 300 personel Pemkot Jakarta Selatan. Sementara secara keseluruhan, sebanyak 10 ribu personel dikerahkan di 65 titik kerja bakti.

"Hari ini kami dari jajaran Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan kerja bakti berskala besar di wilayah Jakarta Selatan, di mana ada 65 titik di seluruh kelurahan di Jakarta Selatan dilaksanakan kerja bakti secara serentak," ujar Syafrin kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).

Menurut Syafrin, kerja bakti dilakukan untuk mengantisipasi musim penghujan sekaligus memastikan sarana dan prasarana, khususnya saluran air, dalam kondisi baik. Sedimen yang menumpuk di sejumlah saluran menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani.

"Dalam artian apakah itu saluran lingkungan, saluran penghubung, sungai, kali, maupun badan air, itu semuanya sudah dilakukan pembersihan. Hari ini saya turun langsung di Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, di mana fokus di sini pembersihan di Kali Mampang dan saluran lingkungannya," tuturnya.

Syafrin mengatakan pembersihan saluran di kawasan tersebut dilakukan secara gotong royong karena alat berat tidak dapat masuk ke saluran lingkungan.

"Jadi kita melihat tadi saluran lingkungannya, sedimennya sudah cukup tinggi, alat berat kita tidak bisa masuk, oleh sebab itu ini dilakukan secara gotong royong oleh seluruh satuan tugas, ada PPSU, pasukan biru, pasukan kuning, oranye, ini semuanya turun," jelas Syafrin.

Dia menambahkan, pembersihan kali dan saluran air bertujuan memperbesar kapasitas tampungan air, terutama saat musim hujan. Dengan demikian, potensi genangan maupun banjir yang masuk ke permukiman warga dapat diminimalisir.

Syafrin juga meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air maupun kali karena dapat menyumbat aliran air.

"Dengan penguatan dan peningkatan kapasitas kali dan saluran air, seperti di Kali Mampang, otomatis debit air yang bisa ditampung itu meningkat dan tentu banjir ataupun genangan yang biasanya terjadi ini bisa kita turunkan," bebernya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo menerangkan, pembersihan dan pengerukan di kawasan Kali Mampang dilakukan sepanjang 437 meter. Saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 61 persen dari target.

Pembersihan dan pengerukan tersebut dilakukan sejak 8 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

"Upaya pengerukan ini untuk mengurangi permasalahan genangan atau banjir yang ada di wilayah Jakarta Selatan. Makanya sebelum terjadi musim hujan, kita siapkan payung sebelum hujan. Mudah-mudahan ketika nanti turun hujan, ini saluran kita sudah siap untuk menampung curah hujan yang mungkin ekstrem," katanya.

Selain pembersihan dan pengerukan kali serta saluran air, pihaknya juga melakukan penerapan di sejumlah wilayah, termasuk Mampang. Kegiatan tersebut dilakukan sejak 7 Juli hingga 4 Desember 2026 dengan progres saat ini mencapai 75 persen.

Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim hujan di Jakarta Selatan.

Topik Menarik