Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Bahaya Gas Beracun

Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Bahaya Gas Beracun

Terkini | inews | Minggu, 27 September 2026 - 23:32
share

JAKARTA, iNews.id - Fenomena sinar api atau blue fire muncul di kawasan Gunung Papandayan, Jawa Barat, pada 24 September 2026 dini hari. Fenomena langka tersebut teramati di area Kawah Manuk.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan fenomena serupa pernah tercatat pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025. Namun, dua kejadian sebelumnya teramati di dinding Kawah Baru.

“Evaluasi terhadap hasil pemeriksaan tersebut adalah bahwa kemunculan sinar api/blue-fire pada lokasi Manifestasi Panas Baru di kompleks Kawah Manuk menunjukkan adanya pelepasan panas yang cukup tinggi hingga mampu menyebabkan pembakaran material permukaan,” kata Lana dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

“Serbuk berwarna menyerupai abu sisa pembakaran ditemukan di sekitar lokasi, yang kemungkinan berkaitan dengan proses pemanasan atau pembakaran material permukaan akibat paparan panas,” sambungnya.

Lana menjelaskan Kawah Mas yang berada di dekat lokasi Manifestasi Panas Baru tidak memperlihatkan perubahan rasio gas yang berarti. Data tersebut menunjukkan tidak ada indikasi perubahan sistem hidrotermal signifikan di bawah Gunung Papandayan yang berkaitan dengan kemunculan manifestasi panas baru di kompleks Kawah Manuk.

“Berdasarkan hasil pengukuran dan pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas termal di lokasi manifestasi cenderung mengalami penurunan. Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan,” tutur Lana.

“Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung, khususnya pada area arah angin,” ujarnya.

Menurutnya, kemunculan blue fire di Papandayan merupakan fenomena yang sangat jarang. Selama ini, fenomena tersebut lebih dikenal muncul di Gunung Ijen, Jawa Timur.

Kemunculan blue fire di Kawah Manuk menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan jalur pendakian utama dan area perkemahan yang menjadi salah satu tujuan wisata di kompleks Gunung Papandayan.

“Potensi bahaya yang dapat terjadi dengan kemunculan sinar api/blue-fire ini adalah semburan dan paparan gas vulkanik beracun/di atas ambang batas,” kata Lana.

Gunung Papandayan saat ini masih berstatus Level I atau Normal. Masyarakat sekitar, wisatawan, pendaki, dan pengunjung diminta tidak beraktivitas ataupun menginap di kawasan bukaan kawah aktif dalam kompleks Papandayan, yakni Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter.

Pengunjung juga diminta mewaspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat secara tiba-tiba, potensi letusan mendadak, serta longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan.

Topik Menarik