Bakar Daun Kering di Kebun, Kakek di Blitar Tewas Terjebak Kobaran Api

Bakar Daun Kering di Kebun, Kakek di Blitar Tewas Terjebak Kobaran Api

Nasional | inews | Sabtu, 26 September 2026 - 07:50
share

BLITAR, iNews.id - Seorang kakek berinisial M (81) di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal dunia setelah terbakar saat membersihkan kebunnya, Jumat (25/9/2026). Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di kebun yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

Istri korban menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut. Saat itu, sang istri mendengar suara bambu terbakar dari arah kebun.

Penasaran dengan suara tersebut, istri korban kemudian mendatangi kebun. Dia justru melihat kobaran api membakar area kebun bambu.

“Di tengah kobaran api, istri korban melihat suaminya sudah dalam kondisi terbakar dan tergeletak terlentang,” ujarnya dikutip dari iNews Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026).

Istri korban kemudian meminta pertolongan warga. Sejumlah warga yang datang langsung berupaya memadamkan api dan menolong korban.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban yang meninggal di lokasi dengan kondisi mengalami luka bakar.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Saiful Muheni mengatakan, korban sebelumnya telah berpamitan kepada keluarga untuk membakar daun kering di kebunnya.

“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda tindak pidana. Korban sebelumnya pamit kepada keluarga untuk membakar daun kering di kebunnya,” ujar Muheni.

Menurut polisi, aktivitas membersihkan kebun dengan membakar daun dan sampah kering juga telah menjadi kebiasaan korban.

“Aktivitas membersihkan kebun dengan cara membakar daun dan sampah kering tersebut juga sudah menjadi kebiasaan korban,” ucapnya.

Polisi menduga korban kurang berhati-hati saat membakar daun kering. Korban diduga terpeleset dan jatuh di dekat sumber api sehingga tidak dapat segera menyelamatkan diri dan akhirnya turut terbakar.

Pihak keluarga kemudian menolak dilakukan visum terhadap jenazah korban. Setelah proses penanganan di lokasi selesai, jenazah M langsung disalatkan dan dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Topik Menarik