Iran Tegaskan Tak Bikin Senjata Nuklir, tapi Berhak Jalankan Program Nuklir Damai

Iran Tegaskan Tak Bikin Senjata Nuklir, tapi Berhak Jalankan Program Nuklir Damai

Terkini | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 09:20
share

NEW YORK, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan negaranya tidak membuat senjata nuklir. Namun, Iran bersikeras memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Pezeshkian menyampaikan penegasan tersebut dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Rabu (23/9/2026). Dia menegaskan, Iran tidak akan menyerahkan haknya atas teknologi nuklir damai meski mendapat tekanan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS).

"Kami tidak akan menundukkan kepala dan melepaskan hak yang secara inheren menjadi milik kami. Tidak ada senjata nuklir dan tidak ada batasan untuk teknologi nuklir untuk tujuan damai," ujar Pezeshkian.

Menurut Pezeshkian, Iran tetap terbuka untuk berdialog dan bernegosiasi, termasuk dengan AS. Namun, dia memberikan syarat bahwa proses tersebut tidak boleh dilakukan dengan bahasa kekerasan ataupun di bawah ancaman.

Dalam pidatonya, Pezeshkian juga menyoroti perlakuan yang disebutnya tidak adil terhadap Iran dalam isu nuklir. Dia membandingkannya dengan Israel yang dituduhnya memiliki senjata nuklir tetapi tidak menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT).

Sebaliknya, menurut Pezeshkian, pengawas nuklir PBB justru mendatangi Iran untuk memantau program nuklir negara tersebut.

"Mereka (Israel) membunuh, (tapi) kami yang dikenai sanksi, kami yang dihukum," ujarnya.

Pezeshkian kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan situasi di Jalur Gaza. Dia menuduh Israel membunuh puluhan ribu warga Palestina, tetapi tidak menghadapi hukuman seperti yang diterima Iran.

"Israel telah membunuh secara brutal lebih dari 70.000 orang tak berdosa di Gaza, sementara Iran, yang berada di balik meja negosiasi, dibom," katanya.

Topik Menarik