Identitas 4 Pekerja Tambang Nikel PT KDI Tewas Tertimbun Longsor di Konawe Utara

Identitas 4 Pekerja Tambang Nikel PT KDI Tewas Tertimbun Longsor di Konawe Utara

Nasional | inews | Rabu, 23 September 2026 - 17:06
share

KONAWE UTARA, iNews.id – Polisi masih menyelidiki penyebab longsor yang menimbun empat pekerja tambang nikel di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (22/9/2026) sore. Keempat korban merupakan pekerja PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI). 

Penyelidikan guna memastikan kelengkapan prosedur keselamatan kerja (K3) di area pertambangan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi pekerja di lokasi kejadian, longsoran tanah terjadi sebanyak dua kali secara beruntun. Longsoran pertama awal mulanya hanya menimbun satu unit alat berat ekskavator.

Namun tak lama berselang, terjadi longsoran susulan kedua dengan pergerakan material tanah yang sangat cepat. Runtuhan tanah tersebut mengubur lima orang pekerja yang berada di sekitar area tersebut.

"Longsor terjadi dua kali. Yang pertama hanya kena ekskavator, tapi longsor kedua datang sangat cepat. Dari lima orang yang tertimbun, satu pekerja bisa diselamatkan karena tanah hanya menimbun setengah badan. Sementara empat lainnya tertimbun total," ujar salah seorang saksi pekerja dalam rekaman video amatir, Rabu (23/9/2026). 

Pencarian yang berlangsung dari Selasa sore hingga Rabu (23/9/2026) dini hari pukul 03.00 WITA akhirnya berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah dievakuasi dari material longsor, keempat jenazah korban sempat disemayamkan di mess pekerja PT KDI. Tiga jenazah langsung dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, yakni Peris (44) asal Desa Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur; Ghea Kurnia Yoga (27) asal Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe; dan Wayan Juliana Putra (27) asal Desa Mulyo Sari, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur.

Satu jenazah atas nama Briyan Yoga Pratama asal Desa Lalohoa, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari pada Rabu (23/9/2026) pagi untuk proses pemulasaraan serta visum et repertum.

"Jenazah tiba di RS Bhayangkara Kendari untuk dilakukan pengurusan jenazah dan visum medis. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai pukul 13.30 WITA, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka," ungkap Pamin Dokpol RS Bhayangkara Kendari, Ipda Rudy, Rabu (23/9/2026).

Topik Menarik