Banjir Bandang Landa Solok Ratusan Rumah Rusak, SAR Buka Posko Orang Hilang

Banjir Bandang Landa Solok Ratusan Rumah Rusak, SAR Buka Posko Orang Hilang

Terkini | inews | Rabu, 23 September 2026 - 11:46
share

JAKARTA, iNews.id - Banjir bandang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyebabkan ratusan rumah rusak dan dua warga masih dinyatakan hilang. Tim SAR bersama personel gabungan terus melakukan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan.

Pemkab Solok menetapkan masa darurat bencana selama 14 hari. Puluhan warga yang terdampak masih mengungsi di tiga posko pengungsian yang telah disiapkan.

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Arus banjir membawa material berat hingga masuk ke kawasan permukiman dan kompleks pemerintahan.

Jalan, kendaraan, serta sejumlah bangunan tertutup lumpur tebal dan puing-puing akibat banjir. Material yang terbawa arus juga menutup jalur utama Solok-Padang sehingga pengendara harus menggunakan jalur alternatif.

Wakil Bupati Solok Candra mengatakan dua warga yang dilaporkan hilang hingga kini belum ditemukan. Sementara empat korban mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

"Pertama kami ingin sampaikan dua orang yang melapor ke kita belum ditemukan. Kemudian empat orang korban luka-luka sudah kita amankan," ujar Candra.

Dari empat korban luka, tiga orang dibawa ke rumah sakit setempat. Sementara satu korban lainnya dipindahkan ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Banjir bandang juga berdampak terhadap sektor pertanian masyarakat. Sekitar 40 hektare sawah dan 15 hektare lahan ladang dilaporkan terdampak bencana.

"Untuk yang terdampak lahan pertanian lebih kurang ada 40 hektare sawah. Kemudian untuk ladang masyarakat kurang lebih ada 15 hektare yang terdampak," katanya.

Sekitar 631 personel gabungan telah dikerahkan untuk menangani dampak banjir bandang. Tim SAR masih menyisir sejumlah lokasi untuk mencari dua warga yang hingga kini belum ditemukan.

Selain pencarian korban, petugas juga membersihkan material lumpur dan puing-puing yang menutup akses jalan. Warga terdampak untuk sementara ditempatkan di lokasi pengungsian hingga kondisi kembali aman.

Topik Menarik