Erdogan Pidato Berapi-api Kutuk Israel: Delegasi Zionis Walk out, Palestina Tepuk Tangan

Erdogan Pidato Berapi-api Kutuk Israel: Delegasi Zionis Walk out, Palestina Tepuk Tangan

Terkini | inews | Rabu, 23 September 2026 - 11:18
share

NEW YORK, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan lantang mengutuk praktik genosida Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato yang berapi-api di Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026).

Pidato itu membuat delegasi Israel walk out dari ruang sidang, sementara para diplomat Palestina bertepuk tangan merespons pidato tersebut.

Erdogan membahas kejahatan perang Israel yang terus berlanjut di Gaza serta semakin merambahnya proyek pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat.

“Dengan dukungan (Presiden AS Donald) Trump, kami berkontribusi pada gencatan senjata. Tapi, terlepas dari apa yang disebut gencatan senjata ini, lebih dari 1.300 warga sipil dibunuh di Gaza,” katanya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Dia melanjutkan, meski Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lain telah menerima kerangka kesepakatan gencatan senjata fase kedua, namun Israel terus menyerang.

“Israel tidak mengakhiri tindakannya di Gaza dan Tepi Barat sedang mengalami masa paling menantang karena pemukim ilegal Israel menduduki wilayah tersebut," tuturnya.

Erdogan juga menggambarkan kondisi Gaza saat ini sebagai kamp konsentrasi paling tidak manusiawi dan paling memalukan di zaman ini.

“Kita menghadapi pola pikir genosida yang tidak pernah puas membunuh. Tidak seorang pun yang memiliki kemanusiaan, belas kasih, atau hati nurani bisa menutup mata,” ujarnya.

Salman Shaikh, mantan pejabat PBB yang pernah bertugas di Gaza, mendukung pidato Erdogan. Dia mengatakan, situasi di wilayah kantung tersebut sangat mengerikan.

Pidato yang disampaikan Erdogan di Sidang Umumn PBB, lanjut dia, sangat penting.

“Yang penting dalam pidato Erdogan adalah bahwa kita tidak bisa membiarkan apa yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat menjadi situasi yang dinormalisasi,” kata Shaikh.

Topik Menarik